Prostitusi Terselubung di Lingkar Tambang Morowali Utara Kian Marak, Aplikasi Michat Jadi Sarana Transaksi
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
- visibility 11
- print Cetak

Foto: Illustrasi PSK online AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara – Aktivitas prostitusi terselubung di sekitar wilayah pertambangan Morowali Utara (Morut) kian mengkhawatirkan. Praktik tersebut kini semakin marak dan sulit dikendalikan, terutama karena banyaknya pekerja seks komersial (PSK) yang memanfaatkan aplikasi perpesanan daring Michat, atau yang populer disebut “aplikasi hijau”, sebagai sarana utama untuk menawarkan jasa.
Salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan, kebanyakan para PSK tersebut tinggal di rumah kos di sekitar kawasan tambang. Mereka beroperasi secara diam-diam dan aktif mencari pelanggan pada malam hari melalui aplikasi tersebut.
“Mereka rata-rata tinggal di kos-kosan, kemudian malam hari lewat Michat cari tamu. Kalau sudah dapat pelanggan, biasanya janjian di tempat yang disepakati, bisa di rumah, kos, atau penginapan,” ungkap warga itu.
Fenomena ini disebut semakin meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas ekonomi di kawasan lingkar tambang. Banyaknya pekerja dari luar daerah dinilai menjadi salah satu faktor pendorong menjamurnya praktik prostitusi daring ini.
Masyarakat berharap pihak berwenang dapat mengambil langkah tegas untuk menertibkan praktik yang dinilai meresahkan tersebut, serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas di lingkungan pemukiman dan tempat kos di sekitar wilayah pertambangan.
- Penulis: Redaksi Beritamorut











Saat ini belum ada komentar