Polres Morut Redam Bentrokan Antar Kampung. Kasus Bermula dari Padungku dan Miras
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
- visibility 9
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara — Situasi memanas antara warga Desa Keuno dan oknum warga Desa Bimor Jaya, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, berhasil diredam oleh aparat gabungan setelah terjadi bentrok yang mengakibatkan korban luka dan kerugian materiil pada Sabtu, 19 Juli 2025 sekitar pukul 14.30 WITA.
Bentrok terjadi di perempatan Desa Mohoni dan melibatkan sekitar 70 warga dari Desa Keuno yang didampingi Kepala Desa Bartonius Marawo. Mereka hendak mendatangi kelompok warga Bimor Jaya yang diduga terlibat dalam insiden sebelumnya. Namun, aparat kepolisian dan TNI berhasil mencegah kontak langsung kedua pihak di lokasi tersebut.
Peristiwa tersebut bermula dari acara Padungku (pengucapan syukur) di Desa Keuno pada Jumat dini hari, 19 Juli 2025, yang dihadiri oleh warga dari Desa Bimor Jaya. Salah satu di antaranya diketahui bernama Sdr. S, yang diduga dalam pengaruh minuman keras. Pertikaian pun tak terhindarkan dan berlanjut hingga esok harinya.
Akibat insiden itu, empat warga mengalami luka-luka. Yoel Lambayu (warga Keuno) menderita luka parah dan kini dirawat intensif di RS Kolonodale serta dijadwalkan menjalani operasi. Tiga lainnya mengalami luka sedang, yakni Libernan dan Baco Malingati dari Desa Keuno, serta Samuel dari Desa Bimor Jaya. Semua korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Molino dan RSU Kolonodale sebelum dipulangkan.
Selain korban luka, satu unit pondok dilaporkan hangus terbakar dalam insiden tersebut.
Untuk mencegah bentrok susulan, Kapolres Morowali Utara AKBP Reza Khomeini, S.I.K memimpin langsung pengamanan di lokasi, didampingi Wakapolres, Camat Petasia Timur, Danki Brimob Kompi I Yon C Pelopor, serta Danki Senapan B 714 Poso. Sebanyak 140 personel gabungan dari Polri, Brimob, dan TNI dikerahkan untuk mengamankan wilayah perbatasan kedua desa.
Kapolres Reza mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh provokasi maupun informasi hoaks yang dapat memperkeruh suasana.
“Satu orang pelaku sudah kami amankan dan saat ini dalam penanganan di Polres Morowali Utara. Kami minta masyarakat mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada kepolisian. Saat ini kondisi Desa Keuno dan Desa Bimor Jaya dalam keadaan kondusif,” ujar AKBP Reza.
Hingga Minggu pagi, 20 Juli 2025, personel gabungan Polres Morowali Utara, Brimob Lemboroma, dan Brimob Morowali masih bersiaga untuk memastikan situasi tetap terkendali dan aman.
- Penulis: Redaksi Beritamorut











































Saat ini belum ada komentar