Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Daerah » Keindahan Hutan Mangrove Desa Koya, Kini Tersedia Homestay.

Keindahan Hutan Mangrove Desa Koya, Kini Tersedia Homestay.

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
  • visibility 7
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT- Momentum lebaran idul fitri 1445 Hijriah juga jadi waktu liburan bagi para pekerja kantoran ataupun di perusahaan. Memilih tempat liburan menjadi salah satu yang dilakukan banyak orang mendekati hari lebaran.

Salah satu tempat menarik yang wajib anda kunjungi adalah Wisata Mangrove desa Koya kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara.

Kini di kawasan Wisata Mangrove desa Koya menyediakan 2 unit Home stay yang akan mulai di sewakan saat lebaran nanti.

“Masuk wisata 5 ribu rupiah, sewa home stay 500 ribu untuk 1×24 jam. Karna kami harus siapkan genset dan tenaga linmas untuk pengamanan bila pengunjung menginap. Setidaknya rasa syukur karna perjuangan pak Gatot juga saat kadis akhirnya ada homestay ini, terbuka lapangan kerja disini biar baru 1-2 orang. PAD Koya berharap dari sektor wisata,”kata Kades Koya Baduddin (3/4)

Kades juga mengatakan mereka berharap diberi kemudahan mendapatkan BBM bersubsidi karna untuk kepentingan warga.

“Kami berharap sebenarnya diberikan kemudahan mendapat BBM bersubsidi, karna yang paling besar itu operasional. Dalam mengembangkan wisata ini berulang kali desa Koya mengusulkan kolam renang yang nilainya 500 juta namun tidak kunjung disetujui.

Di jembatan biru desa Koya di sediakan tempat-tempat untuk beristirahat, setelah mengelilingi teluk Tomori dengan menggunakan perahu nelayan setempat. Ditempat ini juga dapat di nikmati aneka jajanan tradisional yang bisa di pesan dari warga masyarakat setempat.

Jajanan itu macam-macam salah satunya adalah nasi bambu atau nasi jaha adalah beras pulut yang dibungkus daun pisang kemudian di masukan dalam bambu lalu dibakar. Penyajiannya pun sesuai selera para pengunjung. Dapat dinikmati dengan teh panas, atau bisa juga bila di konsumsi dengan ikan bakar yang juga bisa disediakan masyarakat lokal.

Hutan Mangrove desa Koya dan jembatan biru yang merupakan dermaga, sangat cocok jadi tempat berswafoto bersama kerabat. Selain jadi destinasi wisata yang menarik, Hutan Mangrove desa Koya adalah edukasi lahan konservasi hijau kawasan pesisir.

Hutan Mangrove adalah salah satu jenis hutan yang banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan/atau padat. Mangrove menjadi salah satu solusi yang sangat penting untuk mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan terutama untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh rusaknya habitat untuk hewan. Kerusakan ini tidak hanya berdampak untuk hewan tapi juga untuk manusia. Mangrove telah menjadi pelindung lingkungan yang sangat besar.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less