Kades Korowou Tegaskan Proyek Drainase dari APBD Sulteng Tidak Pernah Pasang Papan Proyek
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 112
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA – Kepala Desa Korowou, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Djefry Tomuka, menegaskan bahwa proyek pembangunan drainase yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026 tidak pernah memasang papan proyek di lokasi pekerjaan.
Menurut Djefry, proyek drainase sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut bahkan kini telah selesai dikerjakan. Namun, sejak awal pekerjaan hingga proyek dinyatakan rampung, dirinya mengaku tidak pernah melihat papan informasi proyek terpasang.
“Ini proyek APBD Propinsi, Proyek Pembangunan Drainase panjang kurang Lebih 300 meter, memang tidak pernah saya lihat papan proyeknya,” ujar Kades Korowou, Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Djefry menyusul adanya pertanyaan dari masyarakat mengenai keterbukaan informasi proyek yang berada di wilayah Desa Korowou.
Ia menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan kegiatan yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga informasi mengenai pekerjaan semestinya dapat diketahui oleh masyarakat.
Dari pantauan media ini, pekerjaan drainase tersebut telah mencapai 100 persen. Namun, tidak terlihat papan informasi proyek di lokasi, baik selama proses pengerjaan maupun setelah pekerjaan selesai.
Berdasarkan data LPSE Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Lentera Nusantarakarya, beralamat di Jalan Malontara BTN Kinta Baru, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.
Proyek tersebut berada di bawah Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, dengan pagu anggaran sebesar Rp284.500.000.
Bagi masyarakat Desa Korowou, tidak adanya papan proyek menjadi tanda tanya. Sebab, papan informasi merupakan salah satu sarana bagi publik untuk mengetahui identitas pekerjaan dan penggunaan anggaran pemerintah di daerah mereka.
Pernyataan Kades Korowou tersebut sekaligus membuka ruang pertanyaan: mengapa proyek APBD Provinsi dengan nilai ratusan juta rupiah tersebut sejak awal hingga selesai tidak dilengkapi papan informasi proyek?
Masyarakat tentu berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar