Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Morut » Kades Bimorjaya dari Tudingan Korupsi Hingga Urusan Cinta-cinta

Kades Bimorjaya dari Tudingan Korupsi Hingga Urusan Cinta-cinta

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 32
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Morowali Utara — Kepala Desa (Kades) Bimorjaya, Absalom Auw, menjadi sorotan publik setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Morowali Utara (Morut) terkait dugaan penyelewengan dana desa dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Pemanggilan tersebut dilakukan pada Rabu, 30 Juli 2025. Selain Absalom Auw, Kejari Morut juga memeriksa bendahara desa dan bendahara komite, menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan anggaran.

Salah satu yang menjadi perhatian warga adalah bantuan UMKM senilai Rp30 juta yang diperuntukkan bagi kelompok tenun ikat khas Alor di Desa Bimorjaya. Bantuan tersebut dikabarkan telah dicairkan, namun hingga kini tidak terlihat realisasi kegiatan sebagaimana proposal yang diajukan.

Warga menyebut tidak pernah ada pelatihan, pembelian peralatan, maupun produksi kain tenun, sehingga menimbulkan kecurigaan atas penggunaan dana tersebut. Atas kondisi itu, masyarakat mendesak Kejari Morut untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana bantuan UMKM.

Persoalan semakin mencuat setelah beredar bukti transaksi transfer di media sosial Facebook pada Rabu, 23 Juli 2025. Bukti tersebut menunjukkan adanya aliran dana dari perusahaan ke rekening pribadi Ema Yulianti Auw, yang diketahui merupakan anak dari Kades Bimorjaya.

Berdasarkan keterangan yang tercantum dalam bukti transfer tersebut, dana itu disebut sebagai CSR perusahaan dengan peruntukan biaya transportasi ke pasar dan biaya sekolah anak. Meski demikian, warga mempertanyakan mekanisme penyaluran CSR yang masuk ke rekening pribadi, bukan ke rekening kelompok atau lembaga resmi.

Belum mereda polemik dugaan korupsi, nama Absalom Auw kembali menjadi perbincangan setelah digrebek warganya sendiri di rumah seorang perempuan pada Minggu dini hari, 14 Desember 2025.

Seorang warga mengungkapkan, pada Sabtu malam, 13 Desember 2025, Absalom Auw seharusnya menghadiri undangan untuk memberikan sambutan Natal di salah satu gereja. Namun, undangan tersebut tidak dipenuhi.

“Kades diundang sambutan Natal tadi malam, ternyata dia ada bikin acara sendiri,” ungkap seorang warga.

Penggerebekan dilakukan di rumah seorang perempuan yang diketahui memiliki suami dan sedang bekerja di crusher PT GNI. Menurut warga, sang suami hanya pulang ke rumah saat waktu gajian, dan situasi tersebut diduga dimanfaatkan oleh Absalom Auw.

“Perempuan itu suaminya kerja di crusher GNI, jadi hanya pulang pas gajian,” ujar warga lainnya.

Peristiwa tersebut sempat memicu emosi warga, lantaran kepala desa dinilai tidak mencerminkan sikap sebagai panutan masyarakat. Baik Absalom Auw maupun perempuan tersebut kemudian diamankan ke Polres Morowali Utara.

Saat dikonfirmasi media, Absalom Auw mengakui peristiwa tersebut

“Ya betul, warga yang datang. Sekarang sementara diurus karena sama-sama sudah mempunyai ikatan,” ujar Absalom Auw kepada media, Minggu (14/12/2025).

Dalam video penggrebekan, warga mengepung rumah perempuan tersebut dan langsung masuk. Sang Kades ditarik keluar hanya menggunakan celana kolor tidak menggunakan baju.

Warga kemudian mencaci maki kades yang hanya berulang kali menyampaikan minta maaf.

“Saya minta maaf, saya minta maaf,”ujar kades dalam video yang beredar

Warga kemudian menggiring keduanya ke rumah salah seorang masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan, proses hukum terkait dugaan korupsi dana desa dan CSR masih berjalan di Kejaksaan Negeri Morowali Utara, sementara persoalan pribadi sang kades juga terus menjadi perhatian masyarakat Desa Bimorjaya.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less