Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Calon Kades Saemba Walati Pernah Terseret Dugaan Ijazah Palsu

Calon Kades Saemba Walati Pernah Terseret Dugaan Ijazah Palsu

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 29
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Juli 2026, dinamika politik desa mulai memanas. Salah satu yang menjadi sorotan datang dari Desa Saemba Walati, Kecamatan Mori Atas.
Mantan Kepala Desa Saemba Walati, Masjhun Gayumbo, dikabarkan kembali maju sebagai calon kepala desa.

Namun langkah tersebut menuai pertanyaan dan sorotan dari sejumlah warga, mengingat masa lalu yang pernah dikaitkan dengan dugaan penggunaan ijazah bermasalah.

Berbagai sorotan terhadap dinamika pemerintahan desa, salah satu keluhan warga saat tahun 2021 terkait penyaluran bantuan serta proyek septic tank komunal yang disebut belum tuntas. Dalam penelusuran media ini saat itu, muncul pula dugaan adanya perlakuan tidak adil terhadap aparat desa yang dinilai tidak sejalan dengan pemerintahan sebelumnya.

Beberapa warga mengungkapkan adanya pencopotan Kaur Perencanaan tanpa alasan yang jelas, serta penempatan anggota keluarga dalam struktur pemerintahan desa.
Seperti diketahui, jabatan Kepala Desa Saemba Walati sebelumnya dipegang Yaniyartin Lalundo. Saat menjabat, ia mengangkat suaminya sebagai operator desa, yang kemudian menjadi keluhan masyarakat.

Belakangan, Yaniyartin Lalundo diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pemerintah Daerah Morowali Utara, sehingga posisi kepala desa saat ini dijabat oleh Penjabat (PJ).

Riwayat Lama Kembali Mencuat

Kisah kepemimpinan desa ini kembali menjadi perbincangan karena berkaitan dengan periode sebelumnya. Masjhun Gayumbo diketahui pernah menjabat Kepala Desa Saemba Walati. Namun saat hendak maju kembali pada periode kedua, ia disebut tidak melanjutkan pencalonan dan mendorong istrinya, Yaniyartin Lalundo, untuk maju sebagai kandidat kepala desa karna diduga gunakan ijazah palsu.

Kini, menjelang Pilkades 2026, Masjhun Gayumbo kembali maju sebagai calon kepala desa menggantikan istrinya yang terangkat jadi PPPK. Hal ini memicu pertanyaan masyarakat, mengingat dugaan lama terkait ijazah yang sempat mencuat. Salah satu warga Saemba Walati mengaku heran dengan pencalonan tersebut.

“Dulu calon kades diduga ijazah palsu sehingga tidak maju periode kedua. Diganti istrinya, sekarang mau maju lagi. Pakai ijazah yang mana?” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. (19/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Yayasan Pendidikan dan Perguruan Kristen GKST SMP GKST 2 Tentena pada 21 Februari 2018 mengeluarkan surat keterangan Nomor: 962/16/SMPK.2/2018.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa nilai yang tercantum pada dokumen ijazah atas nama Masjhun Gayumbo merupakan nilai milik siswa berinisial KG yang diketahui adalah kakak kandungnya. Informasi ini kembali mencuat bersamaan dengan rencana pencalonan Masjhun Gayumbo dalam Pilkades serentak 2026.

Selain itu, muncul pula dugaan dari masyarakat bahwa salah satu kandidat yang akan menjadi lawan Masjhun Gayumbo hanya dipersiapkan sebagai lawan yang bisa diatur. Sejumlah warga bahkan menduga panitia Pilkades tidak netral dalam proses persiapan.

Media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Masjhun Gayumbo terkait berbagai informasi tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum dapat dihubungi.

Masyarakat pun meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Morowali Utara untuk menyikapi persoalan ini secara serius demi menjaga integritas Pilkades serentak 2026.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less