Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aktivis Mahasiswa Dorong Inspektorat dan Kejaksaan Audit Menyeluruh Anggaran Hibah Organisasi di Morowali Utara

Aktivis Mahasiswa Dorong Inspektorat dan Kejaksaan Audit Menyeluruh Anggaran Hibah Organisasi di Morowali Utara

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 8
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Morowali Utara — Aktivis mahasiswa, Zulfikar Ismail, kembali menegaskan pentingnya audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran hibah organisasi di Kabupaten Morowali Utara. Ia mendorong Inspektorat Daerah dan Kejaksaan Republik Indonesia untuk mengambil langkah tegas guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini sedang diterapkan.

Menurut Zulfikar, di masa efisiensi seperti sekarang, setiap rupiah anggaran harus benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan terhadap hibah, termasuk yang diberikan kepada organisasi kemasyarakatan dan organisasi mahasiswa, menjadi semakin penting.

“Di tengah efisiensi anggaran, kita tidak boleh ada kebocoran. Justru ini momentum bagi Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh, dan apabila ditemukan indikasi pelanggaran, dapat ditindaklanjuti oleh kejaksaan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.(26/4).

Ia juga secara khusus menyoroti hibah untuk organisasi mahasiswa di Morowali Utara. Menurutnya, audit perlu dilakukan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai langkah pembinaan agar mahasiswa tetap menjaga integritas.

“Mahasiswa adalah agent of change. Jangan sampai sejak masih berstatus mahasiswa sudah tumbuh mental tidak jujur dalam mengelola anggaran. Audit ini penting sebagai bentuk edukasi dan penguatan nilai integritas, agar ke depan mereka menjadi pemimpin yang bersih,” tegasnya.

Zulfikar menambahkan bahwa pengelolaan dana hibah yang transparan akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap organisasi mahasiswa. Sebaliknya, jika tidak diawasi, dikhawatirkan dapat menimbulkan praktik penyimpangan yang merusak citra mahasiswa sebagai agen perubahan.

Ia berharap sinergi antara Inspektorat dan kejaksaan dapat berjalan optimal, di mana pengawasan internal diperkuat dan penegakan hukum dilakukan secara profesional jika diperlukan. Dengan demikian, tata kelola anggaran hibah di Morowali Utara diharapkan lebih akuntabel, transparan, dan sejalan dengan semangat efisiensi serta pencegahan praktik korupsi sejak dini.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less