Fauzan Mamala, Habiskan Dana Pribadi Hampir Rp200 Juta Setahun untuk Ambulans Gratis
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA, BERITAMORUT.COM – Rasa kemanusiaan tidak selalu diukur dari kata-kata, tetapi dari seberapa besar seseorang rela berkorban demi membantu sesama.
Hal inilah yang tercermin dari aksi sosial pengusaha muda Mamala Group, Muh. Fauzan Ari Nugraha, S.AP, yang dikenal sebagai Fauzan Mamala.
Melalui layanan ambulans relawan, Fauzan Mamala terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari pengantaran jenazah ke luar kota hingga mengantar pasien rujukan dari RSUD Kolonodale menuju rumah sakit yang dituju, tanpa memungut biaya dari masyarakat yang dilayani.
Namun, di balik layanan gratis tersebut, ada pengorbanan finansial yang tidak sedikit. Biaya perawatan dan servis ambulans, bahan bakar minyak (BBM), hingga gaji sopir dan tenaga pendamping yang berjumlah sekitar empat orang harus ditanggung demi memastikan pelayanan kemanusiaan ini tetap berjalan.
Salah seorang anggota tim Fauzan Mamala mengungkapkan, anggaran yang harus disiapkan untuk membiayai operasional ambulans tersebut mencapai hampir Rp200 juta dalam setahun.
“Dalam satu tahun hitungannya hampir Rp200 juta dengan ongkos ambulans dan gaji sopirnya, Om,” ungkap salah seorang anggota timnya, Rabu (21/10/2026).
Angka tersebut bukan sekadar biaya operasional. Di baliknya, ada bahan bakar yang dibeli, kendaraan yang harus terus dirawat, serta tenaga yang harus dibayar agar masyarakat tetap bisa mendapatkan pertolongan saat menghadapi situasi sulit.
Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga, ambulans jenazah menjadi sarana untuk mengantarkan orang tercinta ke tempat peristirahatan terakhir.
Sementara bagi pasien yang membutuhkan rujukan, ketersediaan ambulans dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Dalam situasi seperti itu, biaya transportasi sering kali menjadi beban tambahan bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan. Kehadiran ambulans gratis Fauzan Mamala membantu meringankan beban tersebut. Salah satu tim relawan ambulans Fauzan Mamala mengatakan, Fauzan mengajari mereka soal kebaikan.
“Itu dia ajarkan bosnya kami, Setiap rezeki yang kita terima adalah titipan yang di dalamnya terdapat hak orang lain, Prinsip ini mengajarkan bahwa harta bukan milik mutlak pribadi, melainkan sebuah amanah untuk berbagi. Salah satunya dengan memberikan layanan ambulance gratis 1000000000000000%, kepada masyarakat khususnya Morowali Utara,”tulis timnya
Terobosan kemanusiaan yang dijalankan Fauzan menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial membutuhkan lebih dari sekadar niat baik. Ada komitmen, tenaga, waktu, dan dana pribadi yang harus terus dikeluarkan agar pelayanan tetap berjalan.
Hampir Rp200 juta setahun untuk membantu sesama. Sebuah pengorbanan yang menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tidak selalu hadir dalam bentuk kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata saat orang lain membutuhkan pertolongan.
Di tengah besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan ambulans, aksi Fauzan Mamala juga menjadi pengingat bahwa semangat relawan patut diapresiasi.
Pada saat yang sama, dukungan dan perhatian pemerintah terhadap layanan ambulans yang terjangkau tetap diperlukan agar beban kemanusiaan tidak hanya bertumpu pada kepedulian pribadi segelintir orang.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar