Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » dr. Aloysius Willyanus Larope, Sp.KJ, Putra Mori yang Jadi Dokter Spesialis Kejiwaan Pertama di Morut

dr. Aloysius Willyanus Larope, Sp.KJ, Putra Mori yang Jadi Dokter Spesialis Kejiwaan Pertama di Morut

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 271
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Kabar baik bagi masyarakat Morowali Utara di bidang pelayanan kesehatan. Kabupaten Morowali Utara kini memiliki dokter spesialis kedokteran jiwa pertama, yang secara khusus bertugas memberikan pelayanan psikiatri di daerah tersebut.

Adalah dr. Aloysius Willyanus Larope, Sp.KJ atau lebih akrab disapa dokter Willy, putra asli Mori, yang kembali ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonodale sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa, setelah menyelesaikan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) Makassar.

Dokter yang akrab disapa Dokter Willy ini resmi kembali bertugas di RSUD Kolonodale mulai 1 September 2026.

Perjalanan pengabdiannya di Morowali Utara bukanlah sesuatu yang baru. Dokter Willy mengawali tugasnya sebagai dokter umum di RSUD Kolonodale sejak Oktober 2012.
Setelah bertahun-tahun memberikan pelayanan sebagai dokter umum, ia kemudian melanjutkan pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa di FK Universitas Hasanuddin Makassar pada Juli 2022.

Empat tahun kemudian, tepatnya Juli 2026, pendidikan spesialis tersebut berhasil diselesaikannya.

Kini, setelah menyandang gelar Spesialis Kedokteran Jiwa (Sp.KJ), Dokter Willy memilih kembali ke daerah asalnya untuk melanjutkan pengabdian di RSUD Kolonodale.

“Saya mulai tugas di RS Kolonodale sebagai dokter umum Oktober 2012. Lanjut pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa di FK Universitas Hasanuddin Makassar bulan Juli 2022, dan selesai pendidikan Juli 2026. Kembali bertugas di RSUD Kolonodale sebagai psikiater mulai hari ini, 1 September 2026,” ungkapnya kepada media ini. (1/9).

Jadi Dokter Spesialis Kejiwaan Pertama di Morut

Dokter Willy menjadi dokter spesialis kedokteran jiwa pertama, yang bertugas di Kabupaten Morowali Utara.

“Iya pak, untuk dokter spesialis kedokteran jiwa, saya yang pertama,” ujarnya.

Kehadiran dokter spesialis kejiwaan secara langsung di Morowali Utara, dinilai menjadi sebuah langkah penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental.

Selama ini, pelayanan psikiatri di RSUD Kolonodale juga didukung melalui kerja sama dengan Bagian Psikiatri FK Unhas, salah satunya melalui pengiriman dokter residen atau dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis untuk bertugas di RSUD Kolonodale secara berkala.

“Selama ini kerja sama dengan Bagian Psikiatri FK Unhas untuk pengiriman residen, dokter-dokter yang sementara sekolah spesialis, bertugas di RS Kolonodale tiap dua bulan,” jelasnya.

Dengan kembalinya Dokter Willy sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa, pelayanan kesehatan mental di Morowali Utara kini memiliki tenaga spesialis yang menetap dan dapat memberikan pelayanan secara lebih berkelanjutan.

Bagi Dokter Willy, kepulangannya ke Morowali Utara bukan sekadar kembali bekerja, tetapi juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat di daerah asalnya.

Ia berharap kehadirannya dapat membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan jiwa yang lebih mudah, terbuka dan inklusif.

“Harapan saya, dapat memberikan kontribusi bagi kesehatan mental masyarakat di daerah Morowali Utara. Semoga kehadiran saya sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa dapat menjadi jembatan akses layanan psikiatri yang lebih inklusif, mereduksi stigma, dan membawa perubahan kualitas hidup yang lebih baik bagi para pasien,” tuturnya.

Kehadiran Dokter Willy sekaligus membawa harapan baru bagi masyarakat Morowali Utara, yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less