Fauzan Mamala dan Cara Anak Muda Membuat Kolonodale “Menyala”
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 79
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Ada cara berbeda untuk menyambut kemerdekaan.
Bukan hanya dengan memasang bendera di depan rumah, menggelar upacara, atau menghias jalanan dengan warna merah putih. Di Kolonodale, semangat menuju peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia justru dinyalakan dengan energi anak muda dan sebuah gagasan besar bernama Mamala Bertabur Bintang.
Di balik kemeriahan itu, ada sosok muda berusia 26 tahun, Muh. Fauzan Ari Nugraha, S.AP, atau yang lebih dikenal dengan nama Fauzan Mamala.
Pemilik CV. Mamala Muda Perkasa itu seakan ingin membuktikan bahwa usia bukan ukuran, seberapa besar seseorang bisa berbuat untuk daerahnya.
Pagi hari, Kolonodale berubah menjadi lautan pengendara motor trail. Sebanyak 1.550 rider dari berbagai wilayah ambil bagian dalam One Day Trail Adventure Mamala Bertabur Bintang.
Deru mesin, debu jalanan dan semangat para rider menyatu menjadi sebuah tontonan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kegiatan olahraga otomotif ini bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar, sepanjang sejarah Morowali Utara.
Namun Fauzan Mamala dan panitia tidak berhenti sampai matahari tenggelam.
Malam harinya,
Lapangan Morokoa kembali menjadi pusat perhatian. Panggung utama bergemuruh oleh penampilan empat artis, mulai dari penyanyi asal Ambon hingga aksi DJ yang membuat ribuan masyarakat ikut bergoyang dan melompat kegirangan.
Dari mesin trail hingga dentuman musik, Kolonodale seakan memiliki cerita sendiri tentang bagaimana sebuah daerah menyambut hari kemerdekaan. Dan ada nama Fauzan Mamala yang menggema dalam setiap video yang di unggah oleh netizen.
Yang menarik bukan hanya jumlah orang yang hadir, tetapi keberanian seorang anak muda untuk bermimpi membuat sesuatu yang besar.
Fauzan Mamala baru berusia 26 tahun. Tetapi dari tangannya lahir sebuah kegiatan yang mampu mengumpulkan ribuan orang, menghidupkan ruang publik, memberikan hasil bagi UMKM, menghadirkan hiburan dan membawa nama Morowali Utara dalam suasana yang berbeda.
“Ini kegiatan asli memang, Fauzan Mamala,” ungkap salah satu panitia kegiatan, Senin (10/8).
Kalimat sederhana itu seolah menggambarkan bahwa di balik kemegahan acara, ada kerja keras, keberanian mengambil risiko dan kemauan untuk berbuat.
Dan dengan sikapnya yang dikenal santun, Fauzan Mamala menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada bintang tamu, kepada semua panitia yang mensukseskan kegiatan ini. Kepada aparat kepolisian dan TNI yang telah membantu pengamanan acara. Kepada seluruh masyarakat Morowali Utara yang hadir,”ungkapnya
Kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan sesuatu yang seragam.
Kadang kemerdekaan hadir ketika anak muda diberikan ruang untuk menciptakan sesuatu. Ketika kreativitas tidak hanya menjadi ide di kepala, tetapi diwujudkan menjadi sebuah peristiwa yang dirasakan banyak orang.
Dan Fauzan Mamala sedang menunjukkan satu hal:
Usia boleh muda, tetapi gagasan tidak boleh kecil.
Sebab sebuah daerah tidak hanya membutuhkan orang-orang yang pandai berbicara tentang perubahan. Daerah juga membutuhkan mereka yang berani mengatakan, “Mari kita buat sesuatu.”
Mamala Bertabur Bintang mungkin akan selesai ketika lampu panggung dipadamkan dan suara mesin trail berhenti.
Tetapi semangat yang ditinggalkannya bisa menjadi cerita yang lebih panjang:
bahwa anak muda Morowali Utara juga mampu membuat sesuatu yang besar, spektakuler dan membanggakan daerahnya.
- Penulis: Redaksi Beritamorut











































Saat ini belum ada komentar