Miris! 68 Persen Jalan di Morowali Utara Rusak Berat
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
- visibility 28
- print Cetak

Foto: Akses jalan dari Puncak menuju Salubiro (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Morowali Utara (Morut) kembali dihadapkan pada persoalan klasik infrastruktur. Sejumlah ruas jalan kabupaten dilaporkan kian rusak parah, terutama akses menuju wilayah pedalaman di Kecamatan Bungku Utara dan Mamosalato.
Dikutip dari MCDD tahun 2025, dari total 784,96 kilometer panjang jalan kabupaten, sebanyak 535,68 kilometer atau 68,24 persen berada dalam kondisi rusak berat.
Angka tersebut menggambarkan betapa seriusnya tantangan infrastruktur yang dihadapi daerah ini.
Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Di wilayah pedalaman, jalan merupakan urat nadi kehidupan. Kondisi yang berlumpur, berlubang, dan sulit dilalui saat musim hujan menjadi hambatan besar bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi seperti distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Salah satu akses yang disebut paling memprihatinkan adalah jalan menuju Desa Salubiro, Kecamatan Bungku Utara. Warga harus berjibaku dengan medan berat yang membahayakan keselamatan, terutama saat hujan mengguyur.
Kerusakan paling parah berada pada titik daerah puncak menuju Desa Salubiro sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Jalan tersebut nyaris tak layak dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sementara itu, ruas Lemowalia–Salubiro sepanjang sekitar 2,7 kilometer yang sebelumnya sempat diperbaiki, kini kembali mengalami kerusakan.
“Yang masih rusak parah jalan dari puncak ke Salubiro sekitar 2 kilometer,”ujar warga Salubiro (24/2)
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang efektivitas perencanaan dan kualitas pengerjaan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Tanpa penanganan serius dan berkelanjutan, akses pedalaman Morowali Utara berpotensi semakin terisolasi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar jalan yang menjadi penghubung utama kehidupan warga tidak lagi menjadi hambatan, melainkan benar-benar menjadi sarana pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar