Pemain Voli Putri Morut, Anak Petani yang Bisa Kuliah dari Bantuan Beasiswa KIP
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
- visibility 16
- print Cetak

Ket: Tim voli putri Morut (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Ada satu hal yang selalu membuat senyum para pemain voli putri asal Morowali Utara (Morut) begitu merekah: mereka disatukan bukan hanya oleh kecintaan pada olahraga, tetapi juga oleh kesempatan yang sama, menjadi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah pusat.
Program KIP Kuliah merupakan bantuan pendidikan bagi lulusan SMA/sederajat yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi. Program ini menanggung biaya kuliah, memberikan bantuan biaya hidup bulanan, dan mendukung kebutuhan operasional lainnya. Bagi banyak mahasiswa dari keluarga sederhana, KIP bukan sekadar beasiswa, tetapi jembatan menuju masa depan.
Para pemain voli ini bersyukur sebab menjadi penerima beasiswa KIP. Salah satu penerima manfaatnya adalah pemain voli putri Morut, yang menjadi juara UWN Cup 2025, Nanda Larope, mahasiswi asal Desa Lembobelala, Kecamatan Lemboraya, Kabupaten Morowali Utara.
Nanda bukan hanya dikenal sebagai pemain voli yang berbakat, tetapi juga sebagai simbol tekad dan ketangguhan generasi muda Morut. Meski berasal dari keluarga sederhana—ayahnya seorang petani dan ibunya seorang ibu rumah tangga—Nanda tak pernah membiarkan keterbatasan ekonomi menghalangi mimpinya.
Kini, di usia 18 tahun, ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Tadulako, Jurusan Hukum, berbekal dukungan beasiswa KIP Kuliah.
“Nilai beasiswanya Rp5.700.000 setiap semester. Itu jadi pegangan saya untuk kebutuhan kuliah, di luar uang UKT yang sudah dibayar,” ujarnya sambil tersenyum (23/10).
Keputusannya memilih jurusan hukum bukan tanpa alasan. Menurutnya, bidang tersebut memberikan peluang kerja yang lebih luas di masa depan.
“Saya ambil hukum karena lebih punya peluang kerja,” tuturnya lugas.
Dari sebuah desa kecil dengan kehidupan sederhana, Nanda menumbuhkan mimpi besar: menjadi sarjana hukum sekaligus atlet yang membanggakan Morowali Utara. Ia adalah bukti bahwa ketika kesempatan bertemu dengan kerja keras, anak petani pun bisa terbang tinggi mengejar cita-cita.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar