Sopir Ambulance Desa Mondowe Berdebat dengan Petugas Parkir Dishub Saat Antar Pasien di RSUD Kolonodale
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Senin, 15 Des 2025
- visibility 26
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kolonodale, Morowali Utara – Perdebatan terjadi antara sopir ambulans Desa Mondowe dengan petugas parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Morowali Utara (Morut), Senin (15/12/2025), saat ambulans mengantar pasien ke RSUD Kolonodale.
Ambulans yang membawa pasien tersebut diketahui hanya berhenti sejenak untuk menurunkan pasien di area rumah sakit. Namun, sopir ambulans mengaku tetap dimintai biaya parkir oleh petugas Dishub dengan alasan kondisi area rumah sakit yang sedang padat.
“Saya bawa ambulans Desa Mondowe antar pasien ke RSUD Kolonodale. Hanya kasih turun pasien, pas mau keluar ditagih parkir, alasannya karena padat. Saya sempat berdebat dengan dinas perhubungan tadi,” ujar Jhon, sopir ambulans, dengan nada kesal.
Peristiwa ini menuai sorotan karena menyangkut prioritas keselamatan pasien. Ambulans yang membawa pasien berobat atau dalam kondisi gawat darurat sejatinya memiliki status sebagai kendaraan darurat, yang menurut aturan umum seharusnya dibebaskan dari pungutan parkir demi kepentingan kemanusiaan.
Sejumlah pihak menilai, dalam situasi darurat, fokus utama harus tertuju pada keselamatan dan penanganan medis pasien, bukan pada persoalan retribusi parkir. Apalagi, di berbagai daerah lain, biaya parkir ambulans biasanya ditanggung melalui skema subsidi silang atau oleh pengelola parkir rumah sakit sehingga tidak membebani layanan darurat.
Kasus serupa sebelumnya juga pernah menjadi perhatian publik di daerah lain dan dinilai mencoreng nilai-nilai kemanusiaan apabila kendaraan darurat masih dibebani biaya parkir saat menjalankan tugas penyelamatan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perhubungan Morowali Utara maupun manajemen RSUD Kolonodale terkait insiden tersebut. Masyarakat berharap ada kejelasan aturan dan kebijakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama dalam kondisi yang menyangkut nyawa manusia.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar