Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Serunya Pilkades Onepute, Pendukung 3S Saling Sindir Memanas di Medsos

Serunya Pilkades Onepute, Pendukung 3S Saling Sindir Memanas di Medsos

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 3
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT— Senin, 10 Mei 2026 akan menjadi hari yang penting bagi Desa Onepute. Tiga sosok yang kami beri istilah sebagai “3S” dipastikan mendaftar bersamaan sebagai calon kepala desa: Syarifudin Mbeo, Suhardin Sakaria, dan Sukman, menyatakan akan mendaftar hari Senin.

Sejak jauh hari, suhu politik desa yang berada di bantaran Sungai Laa itu perlahan naik. Wawancara demi wawancara memperlihatkan optimisme tinggi dari para kandidat. Namun di balik kata-kata yang terdengar sejuk, aroma persaingan keras mulai terasa.

Keyakinan yang Sama: “Kami Bisa Menang”

Dalam wawancara pada Kamis (7/5), Syarifudin Mbeo tampil penuh percaya diri. Ia mengusung konsep pembangunan berkeadilan sebagai senjata utama.

“InsyaAllah bale bisa menang,” tegasnya singkat namun penuh keyakinan.

Tak kalah optimistis, Suhardin Sakaria sebagai petahana menegaskan tekad melanjutkan kepemimpinannya.

Dengan visi Onepute Maju, Mandiri, dan Berbudaya, ia yakin masyarakat masih mempercayainya.

“Insyaallah saya masih optimis menang,” ujarnya.

Sementara Sukman memilih nada yang lebih reflektif. Ia menilai keyakinan menang adalah hal wajar bagi setiap calon.

“Kalau bicara keyakinan menang, semua orang yang mendaftar mempunyai keyakinan menang. Semua kembali kepada masyarakat,” katanya.

Tiga pernyataan. Tiga nada berbeda. Namun satu pesan yang sama: tidak ada yang maju untuk kalah.

Sejuk di dalam wawancara, namun terasa panas di Media Sosial. Di permukaan, jawaban para kandidat terdengar santun dan menenangkan. Tetapi di balik layar, riuh media sosial mulai memanas dan saling sindir.

Dalam sebuah kolom Komentar pemberitaan media ini, saling sindir antar pendukung bermunculan. Dukungan mulai mengeras, garis pilihan mulai terbentuk.

Onepute bukan desa yang asing satu sama lain. Di sini, hubungan kekerabatan masih kental. Banyak warga masih memiliki ikatan darah. Bahkan jika ditelusuri, para kandidat pun memiliki keterkaitan keluarga.
Kompetisi politik kini perlahan menguji kedekatan yang telah terbangun puluhan tahun.

Menjaga iklim sejuk menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Namun kenyataannya, saling sindir seperti bola panas yang sudah lebih dulu menuju arena Pilkades Onepute kencang menggelinding dan sulit dihentikan.

Pertanyaan besar kini menggantung di benak warga:
• Siapa yang paling layak memimpin?
• Siapa yang paling dipercaya?
• Siapa yang benar-benar membawa harapan?

Tiga nama berdiri di garis start..Waktu akan berjalan. Pilihan akan dibuat.

Dan ketika hari pemilihan tiba, Onepute akan menentukan nasibnya sendiri.
Syarifudin, Suhardin, atau Sukman, siapa yang akan keluar sebagai pemenang?

Jawabannya tinggal menunggu hitungan Minggu. Tetaplah berkompetisi dengan kesejukan. Karna sejatinya Onepute adalah rumah bersama orang-orang yang penyayang.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less