Seorang Perempuan di Peboa Alami Kekerasan, Berulang Kali di Kasari tidak Berani Lapor Polisi
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 299
- print Cetak

Ket foto: Foto bekas cubitan membiru sempat berdarah (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Seorang perempuan inisial SO warga desa Peboa kecamatan Petasia Timur, diduga mengalami kekerasan dari seorang pria inisial YL yang adalah
Korban SO menceritakan perlakuan YL yang mencubit hingga lebam bahkan mengeluarkan darah. Dan bukan pertama kali YL yang bukan keluarganya melakukan itu. Kurang lebih sekitar 6 kali, hingga membuat korban SO tidak tahan, namun takut mengadu ke polisi.
” Tdk ada apa-apa pak, cuma anaknya itu, iparnya suamiku. Sekitar 6 kali dia mencubit. Yang kemarin dulu itu di acara pesta sampai berdarah dan biru. Sampai saya lempar dengan piring nasi. Saya tidak tahan lagi,”ujar SO kepada media ini (10/10).
Sementara YL yang dikonfirmasi media ini menganggap hal tersebut sudah biasa, bahkan membantah jika berdarah, namun mengakui berdarah sedikit.
“Kalau persoalan begitu sudah, kami sering begitu juga, baku lempar. Dia lempar saya, saya cubit,”ujar YL
“Silahkan kalau dia mo mengadu, dalam acara begitu biasa-biasa saja. Mana yang keluar darah, tidak ada, cuma sedikit,”ujar YL
Korban SO merasakan sakit dan tidak tahan lagi dengan perlakuan YL. Bahkan ia melempar dengan tisue usai dicubit hingga lebam dan berdarah.
“Saya lempar dengan tisue dia pak, habis itu saya lempar dengan piring tapi tidak kena,”ujar SO.
Mencubit seseorang sampai berdarah merupakan bentuk kekerasan fisik. Jika tindakan ini diarahkan kepada perempuan, maka tindakan tersebut termasuk dalam kategori kekerasan terhadap perempuan.
Polisi dapat memproses kasus ini tanpa menunggu laporan dari korban yang takut. Saat menghubungi media ini, korban yang sudah tidak tahan juga bersedia di publikasi lewat media ini.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar