Satu Tahun di DPRD: Cerita Perjuangan Esrom Soromi dan Umat Katolik di Morowali Utara
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
- visibility 8
- print Cetak

Foto: Anggota DPRD Morut Esrom Soromi (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA – Kehadiran Esrom Soromi, S.Sos di DPRD Morowali Utara (Morut) periode 2024–2029 tidak sekadar mewakili daerah pemilihannya, tetapi juga menjadi harapan baru bagi umat Katolik yang selama ini merasa kurang mendapatkan perhatian.
Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Lembo, Lemboraya, Mori Atas, dan Mori Utara itu menegaskan bahwa perjuangannya bukan hanya menyerap aspirasi masyarakat desa, tetapi juga membawa suara umat Katolik agar lebih diperhatikan dalam kebijakan pembangunan.
“Kebetulan di dapil saya ini mewakili gereja Katolik, yang selama ini agak kurang perhatian. Puji Tuhan setelah saya masuk ini, walaupun baru akan disalurkan, tetapi beberapa gereja akan dapat bantuan organ (musik) dan bahan bangunan gereja,” ungkap Esrom.
Menurutnya, keberadaannya di kursi DPRD Morut adalah amanah besar dari dukungan kuat kalangan gereja Katolik. Karena itu, ia merasa wajib memperjuangkan kebutuhan mereka, baik dalam bentuk bantuan sarana ibadah maupun advokasi kebijakan yang menyentuh kehidupan umat.
Meski baru satu tahun menjabat, Esrom menilai sudah ada perubahan arah perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan gereja. Ia optimis ke depan dukungan itu akan semakin nyata, seiring komitmennya mengawal aspirasi umat Katolik agar tidak lagi terpinggirkan.
Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi soal keadilan. Umat Katolik di Morut juga berhak merasakan kehadiran negara melalui perhatian yang setara
Dengan semangat itu, Esrom Soromi berjanji terus mengawal aspirasi umat Katolik sembari tetap memperjuangkan kebutuhan masyarakat luas di dapilnya, terutama sektor pertanian, perkebunan, dan air bersih.
- Penulis: Redaksi Beritamorut









































Saat ini belum ada komentar