Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Morut » Salah Satu OPD di Morut, Diduga Semua Kabid dan Kasie menggunakan ijazah palsu

Salah Satu OPD di Morut, Diduga Semua Kabid dan Kasie menggunakan ijazah palsu

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
  • visibility 24
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto illustrasi

MOROWALI UTARA- Salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten Morowali Utara (Morut) diduga semua kepala bidang (Kabid), kepala seksi (Kasie) bahkan ada sejumlah staf yang ikut menggunakan ijazah palsu.

Dalam penelusuran kami, sejumlah narasumber bicara soal maraknya penggunaan ijazah palsu di lingkup pemerintah daerah (Pemda) Morut. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, jika praktek jual beli ijazah palsu ini tumbuh subur dilingkup Pemda Morut, karena tidak pernah ada efek jera yang dilakukan. Bahkan nama-nama sejumlah ASN yang dalam proses tes CPNS online diduga curang, telah diserahkan salah satu korban tes CPNS online ke pihak penegak hukum.

Salah satu sumber terpercaya kami bahkan muncul dari OPD yang kami telusuri, dengan membuka posisi jabatan yang ditengarai menggunakan ijazah palsu.

“Terima kasih bapak salah satu jurnalis yang selalu mengangkat soal ijazah palsu di Pemda Morut. Dikantor saja semua kepala bidang, kepala seksi, ada staf bahkan pegawai honorer pakai ijazah palsu, ” sebuah pesan diterima redaksi ini

OPD ini bukan hanya diisi oleh pejabat yang diduga menggunakan ijazah palsu, tetapi mafia jual beli ijazah diduga juga berdinas di OPD tersebut.

Entah praktek ini akan terus menerus tumbuh subur dan menciderai dunia pendidikan di Morut. Atau akan terhenti karena upaya penegakan hukum. Sosok wakil bupati Morut H. Djira, K. SPd,. MPd adalah mantan kepala dinas pendidikan, dan salah satu tokoh pendidik di Morut. Terobosan sang tokoh ini sangat di nanti minimal tidak ada lagi generasi muda yang menggunakan ijazah palsu. **

Pemerintahan Bupati dan wakil Bupati Morut saat ini, diharapkan minimal bisa mengingatkan aparatur nya yang mengejar posisi dan jabatan untuk kenaikan pangkat, agar tidak terlibat dalam praktek jual beli ijazah palsu tersebut.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less