Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Proyek Dinas PUPR Tahun 2025, Jalan–Jembatan Rp1 Miliar di Perbatasan Desa Sea–Parangisi Mangkrak

Proyek Dinas PUPR Tahun 2025, Jalan–Jembatan Rp1 Miliar di Perbatasan Desa Sea–Parangisi Mangkrak

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 5
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT- Pekerjaan paket pelaburan jalan dan pembangunan jembatan milik Dinas PUPR tahun anggaran 2025, di perbatasan Desa Sea dan Desa Parangisi, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, menjadi sorotan warga. Proyek bernilai sekitar Rp1 miliar itu dinilai tidak tuntas dan kini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Warga menilai hasil pekerjaan pelaburan jalan yang baru saja rampung sudah kembali rusak. Kerusakan disebut terjadi karena jalan tersebut dilalui kendaraan perusahaan, sehingga kualitas pekerjaan dipertanyakan.

Tak hanya itu, pembangunan jembatan yang menjadi bagian dari paket proyek justru terbengkalai. Di lokasi, terlihat kepala jembatan yang telah dicor dan tiang jembatan dari proyek lama, hanya ditambah tiang cor oleh kontraktor.

Kontraktor hanya menambah beberapa tiang cor baru, namun hingga kini tidak ada kelanjutan pekerjaan di lapangan.
Kepala Desa Sea, Mustamin, menegaskan proyek tersebut belum selesai dan menjadi pertanyaan masyarakat setempat.

“Pelaburan sudah dihampar, tapi masalahnya dilalui perusahaan. Jembatan itu berada di antara Parangisi dan Dusun III Sea. Kepala beton jembatan itu sebenarnya sudah ada sejak dulu karena pernah dibangun, tidak tahu tahun berapa. Tiang cor sudah ada dua, lalu kontraktor menambah tiang cor lagi, tapi setelah itu tidak ada kelanjutan pekerjaan,” ujar Kades Sea, Senin (27/4).

Ia juga mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sempat ditinjau oleh Wakil Bupati Morowali Utara. Namun hingga kini, progres pembangunan tidak menunjukkan perkembangan.

Yang lebih mengejutkan, kontraktor pelaksana disebut tidak lagi terlihat di lokasi proyek. Warga bahkan menyebut nama kontraktor tersebut, yakni Bahri, warga Desa Pandauke, yang kini dikabarkan menghilang tanpa kejelasan kelanjutan pekerjaan.

Kondisi ini menambah keresahan masyarakat yang berharap proyek infrastruktur tersebut segera dituntaskan, mengingat akses jalan dan jembatan sangat vital bagi aktivitas warga di wilayah perbatasan Desa Sea dan Desa Parangisi, Kecamatan Mamosalato.

Proyek ini menarik, sebab letaknya di pedalaman dan pegunungan. Jauh dari jangkauan pemeriksa dan aparat penegak hukum. Dan ketika ternyata proyek dengan anggaran besar ini mangkrak, maka bisa jadi di sejumlah wilayah pedalaman ada banyak kasus seperti ini.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less