Program Listrik Masuk Desa Sentuh Koya, Jalan Darat Jadi Kendala
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
- visibility 7
- print Cetak

Foto: Illustrasi listrik masuk desa (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara – Program nasional listrik masuk desa yang dicanangkan pemerintah melalui PLN kembali berjalan tahun 2025 dengan sasaran desa-desa terpencil, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di wilayah Sulawesi Tengah. Tahun ini, Desa Koya di Kecamatan Petasia mendapat giliran untuk menikmati aliran listrik.
Harapannya, kehadiran listrik dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat Koya, mulai dari peningkatan kesejahteraan hingga membuka akses lebih luas terhadap pendidikan dan ekonomi. Namun, di balik kabar gembira tersebut, masih ada kendala besar yang dihadapi: akses jalan darat menuju desa Koya belum juga tembus.
Kepala Desa Koya, Baddudin, menyampaikan bahwa turunnya anggaran untuk jaringan PLN sudah memberikan secercah harapan. Akan tetapi, tanpa jalan yang memadai, realisasi program bisa terhambat.
“Kami tidak minta banyak, cuma mau minta perusahaan atur akses jalan kami sebenarnya. Anggaran listrik sudah turun ke desa Koya, tapi jalan masih jadi kendalanya,” ujar Baddudin, Kamis (2/10).
Bagi masyarakat Koya, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi simbol kemajuan. Mereka berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat segera memberikan solusi agar pembangunan listrik benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh warga.
- Penulis: Redaksi Beritamorut





































Saat ini belum ada komentar