Polisi Mulai Panggil Keluarga Heny Humbu, Terkait Dugaan Intimidasi Wartawan di Morut
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- visibility 17
- print Cetak

Ket foto: Wartawan Erny John Bau saat melapor ke Polisi (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Langkah penyelidikan resmi mulai berjalan. Polres Morowali Utara memanggil sejumlah orang yang dilaporkan wartawan Erny John Bau terkait dugaan intimidasi yang terjadi di Desa Beteleme.
Laporan tersebut telah tercatat dalam Surat Tanda Terima Pengaduan Laporan (STTPL). Dalam dokumen itu, Erny menguraikan bahwa peristiwa intimidasi terjadi dalam dua waktu berbeda, yakni Kamis, 9 April 2026 sekitar pukul 22.30 Wita dan Jumat, 10 April 2026 sekitar pukul 15.30 Wita. Kedua kejadian berlangsung di Desa Beteleme, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara.
Menurut keterangan pelapor, sejumlah orang yang mendatangi rumahnya disebut merupakan keluarga dan kerabat dari anggota DPRD Morowali Utara, Heny Humbu. Kedatangan mereka disebut membuat situasi tidak nyaman dan memicu rasa terintimidasi.
Salah satu nama yang di panggil adalah Lenny Humbu yang dalam video dan sejumlah komentarnya jelas terlihat.
Kasus ini akan menyeret sejumlah akun Facebook yang menuliskan komentar bernada kasar dan menghina. Beberapa komentar bahkan menyebut wartawan dengan kata-kata “gila” hingga “anjing”.
Nama-nama pemilik akun tersebut disebut berpotensi ikut terseret dalam proses hukum.
Pihak kepolisian memastikan laporan ini telah ditindaklanjuti. KBO Reskrim Polres Morut, IPTU Theodorus Liling Sugi, membenarkan bahwa undangan klarifikasi telah dikirim kepada beberapa pihak yang disebut dalam laporan.
“Tadi saya cek sudah di unit dan sudah kirim undangan klarifikasi ke beberapa nama yang disebut oleh pelapor. SP2HP juga sudah dikirimkan ke pelapor,” tulis IPTU Theo.(16/4)
Pemanggilan klarifikasi ini menjadi tahap awal untuk mengurai peristiwa yang dilaporkan sekaligus memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam dugaan intimidasi terhadap jurnalis tersebut. Kasus ini pun mulai menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan kerja wartawan di daerah.
- Penulis: Redaksi Beritamorut












































Saat ini belum ada komentar