Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Serba Serbi » Opini: Panggung Politik Mahal, Fauzan Mamala. Suaranya Sunyi, Aksinya Bikin Ramai

Opini: Panggung Politik Mahal, Fauzan Mamala. Suaranya Sunyi, Aksinya Bikin Ramai

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 15
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Opini: Panggung Politik Mahal, Fauzan Mamala. Suaranya Sunyi, Aksinya Bikin Ramai

Penulis: Om Hendly

Pemilik PT. Mamala Muda Perkasa, Muh. Fauzan Ari Nugraha, S.Ap, atau yang lebih akrab disapa Fauzan Mamala, adalah potret anak muda yang berjalan tenang namun pasti.

Di lingkaran orang-orang terdekatnya, ia lebih sering dipanggil Ochan—sapaan sederhana yang menggambarkan kedekatannya dengan banyak kalangan.

Kini langkahnya memasuki lorong politik semakin terang. Fauzan resmi menjadi kader Partai Golkar Morowali Utara, ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Morowali Utara. Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar posisi. Namun bagi yang mengenalnya, itu adalah bagian dari perjalanan panjang seorang pemuda yang memilih bekerja dalam diam, tetapi dampaknya terasa.

Di tengah dinamika sosial masyarakat, Fauzan Mamala dikenal bukan hanya sebagai pengusaha muda. Ia adalah sosok yang kerap hadir dalam banyak kegiatan kemasyarakatan.

Rumah-rumah ibadah, misalnya, menjadi salah satu jejak kontribusi yang sering disebut warga ketika namanya diperbincangkan.

Catatan media ini menyebutkan, dalam kurun Januari hingga Maret 2026, sudah 17 warga diberangkatkan umroh atas bantuannya. Bahkan dalam sebuah momentum unik—final lomba lari 100 meter yang digelar HIPMI di bulan Ramadhan—hadiah umroh diberikan sebagai bonus bagi pemenang. Sebuah cara yang berbeda untuk memaknai kemenangan dan keberkahan.

Cerita tentang kontribusinya juga datang dari berbagai penjuru. H. Ambo Mai, politisi Partai NasDem sekaligus tokoh masyarakat Desa Uebangke Toddopuli, Kecamatan Soyojaya, pernah berkisah kepada media ini, tentang peran Fauzan dalam membantu pembangunan masjid di daerah tersebut.
Sebuah kontribusi yang tidak selalu diumumkan, tetapi dirasakan.

Menjelang Idul Fitri 2026, langkah sosialnya kembali terlihat. Seribu parcel lebaran dan THR dibagikan kepada masyarakat terutama menyasar orang tua lanjut usia (lansia) dan janda di 10 kecamatan di Morowali Utara. Bagi sebagian orang itu mungkin angka. Namun bagi banyak warga, itu adalah sentuhan perhatian dari seorang anak muda yang tidak lupa pada tanah tempat ia bertumbuh.

Lalu bagaimana dengan politiknya?

Pertanyaan itu sering diajukan kepada Fauzan Mamala. Namun setiap kali media mencoba menelisik lebih jauh—akan maju di mana?—jawaban yang muncul justru sebuah senyum dan tawa ringan. Ia memilih diam, seakan sengaja membiarkan publik menebak arah langkahnya.

Fauzan Mamala irit bicara politik, dan terbilang sunyi. Namun aksinya dalam bidang sosial bikin heboh.

Namun satu hal yang pasti, bergabungnya Fauzan Mamala dengan partai berlambang pohon beringin memberi sinyal bahwa jalan politiknya bukan sekadar persinggahan.

Banyak yang melihatnya sebagai bagian dari persiapan menuju panggung politik 2029.

Yang menarik, Fauzan Mamala tidak tampak seperti politisi muda yang tergesa-gesa mencari sorotan. Ia tidak sedang naik ke panggung politik. Justru, pelan-pelan ia seperti membangun panggungnya sendiri—dengan cara yang berbeda dari kebanyakan.

Panggung itu dibangun dari langkah sosial, dari kepercayaan masyarakat, dari cerita-cerita kebaikan dan tentang bantuan yang mungkin tidak selalu tercatat.

Dan di tengah perbincangan santai seorang sahabat sempat berkelakar,

“Baru tahun 2026 saja Fauzan Mamala sudah hambur amplop THR… bagaimana kalau dia benar-benar maju?”

Pertanyaan itu menggantung di udara.

Mungkin waktu yang akan menjawabnya.

 

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less