Minimnya Kesadaran Masyarakat Jadi Akar Persoalan Sampah di Kolonodale
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- visibility 202
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA- Kolonodale sebagai ibu kota Kabupaten Morowali Utara masih dihadapkan pada persoalan sampah yang hingga kini belum menunjukkan penyelesaian yang optimal. Tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah titik, termasuk di kawasan Pasar Sentral Kolonodale pada Rabu (5/8), menjadi pemandangan yang memprihatinkan sekaligus mencerminkan masih rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Di balik berbagai keterbatasan yang dihadapi pemerintah dalam menangani sampah, persoalan utama sesungguhnya berada pada minimnya kesadaran masyarakat. Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap kebersihan, kesehatan, maupun kelestarian lingkungan.
Perilaku tersebut terlihat di kawasan pasar, di sepanjang jalan, hingga di permukiman pesisir. Bahkan, tidak sedikit warga yang masih menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah.
Kebiasaan ini bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam ekosistem laut serta menimbulkan potensi banjir dan berbagai penyakit.
Kesadaran menjaga kebersihan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, persoalan sampah akan terus berulang meskipun pemerintah berupaya meningkatkan fasilitas dan pelayanan pengangkutan sampah.
Karena itu, perubahan pola pikir dan kepedulian masyarakat menjadi kunci utama. Membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan sampah sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi wajah Kota Kolonodale sebagai ibu kota Kabupaten Morowali Utara.
- Penulis: Redaksi Beritamorut











Saat ini belum ada komentar