Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Messi, Ronaldo, dan Neymar di Piala Dunia 2026: Peluit Panjang Tiga Legenda?

Messi, Ronaldo, dan Neymar di Piala Dunia 2026: Peluit Panjang Tiga Legenda?

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 33
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Messi, Ronaldo, dan Neymar di Piala Dunia 2026: Peluit Panjang Tiga Legenda?

Piala Dunia 2026 terasa berbeda. Bukan hanya karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara, tetapi karena dunia sepak bola sedang menyaksikan kemungkinan panggung terakhir tiga ikon generasi emas: Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Neymar.

Messi datang sebagai juara bertahan bersama Argentina. Di usia 39 tahun, ia masih menunjukkan magisnya  di Piala Dunia 2026 dan terus menjadi pusat permainan Albiceleste. Bahkan, ia kini menyamai rekor 16 gol Piala Dunia milik Miroslav Klose. Lionel Messi menambah satu lagi catatan bersejarah dalam kariernya. Kapten Argentina itu mencetak hat-trick saat membawa timnya menang 3-0 atas Aljazair pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/26).

Ini merupakan hat-trick pertama Messi di Piala Dunia. Momen spesial itu hadir tepat dua dekade setelah ia mencetak gol pertamanya di ajang yang sama pada edisi 2006.

Sebelum Messi, pemain terakhir yang mencetak hat-trick di Piala Dunia adalah Kylian Mbappe pada final 2022 antara Prancis dan Argentina. Di turnamen yang sama, Goncalo Ramos juga mencatatkan tiga gol saat Portugal menghadapi Swiss pada babak 16 besar.

Tiga gol tersebut membuat Messi masuk ke daftar elite pencetak hat-trick dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Ronaldo juga mencatat sejarah dengan tampil di Piala Dunia keenamnya bersama Portugal. Meski usia sudah menginjak 41 tahun, semangat kompetitifnya tidak pernah pudar. Ambisi mengangkat trofi Piala Dunia yang belum pernah diraihnya masih menjadi bahan bakar utama karier internasionalnya.

Sementara itu, Neymar hadir membawa harapan Brasil. Sempat dibayangi cedera, ia kini kembali berlatih penuh dan diproyeksikan tampil untuk Selecao. Kehadirannya memberi dimensi berbeda bagi Brasil yang memburu gelar dunia keenam mereka.

Sebagai jurnalis daerah yang tumbuh menyaksikan era ketiga pemain ini, saya melihat Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar soal siapa yang juara. Ini adalah perayaan perjalanan tiga legenda yang telah menginspirasi jutaan anak muda di lapangan-lapangan kampung, termasuk di Sulawesi Tengah.

Messi mengajarkan bahwa bakat harus disempurnakan dengan kerja keras dan kerendahan hati. Ronaldo membuktikan disiplin mampu menantang batas usia. Neymar menunjukkan bahwa kreativitas dan keberanian tetap memiliki tempat dalam sepak bola modern.

Argentina tampak sebagai tim yang paling siap melangkah jauh. Brasil tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara, sementara Portugal memiliki tantangan lebih berat namun tetap berpeluang besar lolos ke fase gugur.

Siapa yang akan melangkah paling jauh? Sulit diprediksi. Namun satu hal pasti, ketika peluit akhir Piala Dunia 2026 berbunyi, dunia sepak bola mungkin akan menutup satu babak besar sejarahnya. Dan kita beruntung menjadi generasi yang menyaksikan Messi, Ronaldo, dan Neymar berada di panggung yang sama untuk terakhir kalinya.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less