Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Morut » Mahasiswa Morut Keluhkan Nominal Beasiswa Rp1,5 Juta, Minta Disesuaikan dengan UKT

Mahasiswa Morut Keluhkan Nominal Beasiswa Rp1,5 Juta, Minta Disesuaikan dengan UKT

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 16
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Morowali Utara – Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Morowali Utara (Morut) mengeluhkan nominal beasiswa daerah yang dinilai belum mencukupi kebutuhan biaya kuliah. Saat ini, besaran beasiswa Morut berada di angka Rp1,5 juta per semester dan diberikan secara merata untuk jenjang S1, S2 hingga S3.

Salah satu mahasiswa Morut, Sutan Rasya Reksadimedjo, menyampaikan bahwa angka tersebut belum mampu menutup biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berbeda-beda di setiap perguruan tinggi.

“Beasiswa sekarang itu rata Rp1,5 juta untuk semua jenjang. Sementara UKT setiap mahasiswa berbeda. Kalau UKT saya per semester Rp2,5 juta, tentu beasiswa Rp1,5 juta belum cukup,” ujarnya. (11/2).

Menurutnya, banyak mahasiswa Morut berharap adanya penyesuaian nominal beasiswa sesuai dengan besaran UKT masing-masing mahasiswa, agar bantuan yang diberikan benar-benar meringankan beban biaya pendidikan.
Ia juga menyoroti kondisi APBD Morut yang disebut belum mampu menaikkan anggaran beasiswa karena terbagi untuk kebutuhan lain, termasuk belanja pegawai seperti gaji PPPK. Namun demikian, mahasiswa berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi alternatif.

Salah satu usulan yang mencuat adalah mendorong perusahaan-perusahaan swasta, khususnya sektor pertambangan yang beroperasi di Morut, untuk meningkatkan kontribusi beasiswa melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) sebagaimana diatur dalam regulasi Kementerian ESDM.

“Kami tidak bermaksud mendukung aktivitas tambang. Tapi faktanya mereka memiliki izin dan beroperasi di Morut. Maka sudah seharusnya masyarakat, khususnya mahasiswa, juga merasakan manfaat nyata. Jangan hanya dampak negatif yang kami rasakan,” tegasnya.

Mahasiswa Morut berharap adanya komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan agar pendidikan dapat menjadi prioritas utama. Mereka menilai investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi Morut pasca tambang.

“Kami hanya ingin pendidikan yang layak. Kalau bisa, beasiswa disesuaikan dengan UKT masing-masing mahasiswa. Setelah kami selesai kuliah, kami ingin kembali dan membangun Morut,” pungkasnya.

Keluhan terkait nominal beasiswa ini disebut bukan hanya disuarakan oleh satu atau dua orang, melainkan menjadi aspirasi banyak mahasiswa Morut yang menginginkan kebijakan pendidikan lebih berpihak pada kebutuhan riil.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less