Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Kisah Awal Anwar Hafid Menuju Kursi Bupati Morowali, Diajak Seorang Pendeta

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 382
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALU — Tidak pernah terlintas dalam pikiran Anwar Hafid bahwa suatu hari dirinya akan menjadi bupati. Pada 2007, ketika Indonesia mulai memasuki era pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat, ia justru masih menjalani tugas sebagai aparatur pemerintah dengan jabatan Kepala Bagian Pemerintahan di kantor bupati salah satu daerah di Sulawesi Selatan.

Saat itu, menjadi bupati menurut Anwar Hafid bukanlah perkara mudah. Ia berpikir, seseorang yang ingin menduduki jabatan tersebut harus memiliki banyak uang serta jaringan luas dengan para pejabat. Sementara dirinya merasa tidak memiliki modal seperti yang dibayangkannya itu.

Namun, sebuah pertemuan sederhana di ruang kerjanya justru menjadi awal dari perjalanan politik yang tidak pernah ia rencanakan sebelumnya.

Dalam podcast bersama motivator Merry Riana, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menceritakan bahwa orang pertama yang mendorong dirinya untuk pulang kampung dan maju sebagai calon Bupati Morowali adalah seorang pendeta bernama Jangkuton.

Anwar Hafid mengaku seorang pendeta mengajaknya untuk pulang kampung jadi Bupati. Ia bahkan sempat mengingatkan sang pendeta agar tidak bercanda karena dirinya merasa bukan orang yang memiliki cukup uang untuk bertarung dalam pemilihan kepala daerah.

Namun, pendeta itu tetap meyakinkannya.

“Kalau feeling saya, Pak Anwar sudah bisa jadi bupati, tapi harus pulang kampung,” ujar Anwar, mengulang perkataan Pendeta Jangkuton.

Percakapan itu kemudian menjadi semakin menarik. Sang pendeta tidak sekadar menyampaikan keyakinannya, tetapi juga langsung mendoakan Anwar Hafid di ruang kerjanya yang kecil.

Peristiwa tersebut sontak membuat orang-orang di sekitar kantor bertanya-tanya. Mereka heran melihat seorang pendeta berdoa di ruangan Anwar Hafid.
Anwar menceritakan kenangan itu sambil tertawa, mengingat betapa tidak terduganya peristiwa tersebut di tengah perjalanan hidupnya.

Di balik cerita yang mengundang senyum itu, tersimpan sebuah titik awal perjalanan politik Anwar Hafid. Dari seorang pejabat yang tidak pernah membayangkan dirinya menjadi bupati Morowali dua periode, muncul dorongan dari seseorang yang justru melihat kemungkinan yang belum berani ia bayangkan sendiri.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju kepemimpinan tidak selalu dimulai dari ambisi pribadi, kekuatan finansial, atau jaringan kekuasaan.

Kini Anwar Hafid telah memimpin menjadi Gubernur Sulteng saat ini. Sosoknya dikenal sebagai Gubernur yang berhasil melakukan terobosan dengan program 9 BERANI.

.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less