Kasus HIV di Morut Meningkat, Dinkes Sebut Ada 12 Kasus Impor, Warga Datang Cari Kerja
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
- visibility 20
- print Cetak

Foto: Illustrasi HIV AIDS (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali Utara,– Kasus HIV di Kabupaten Morowali Utara (Morut) mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan oleh Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Morowali Utara, Ricko S. Pangendaheng, SKM, jumlah kasus HIV di Morut pada tahun ini mencapai 41 kasus.
Dari total tersebut, 12 kasus merupakan kasus impor dari luar Morut, sementara 29 kasus lainnya merupakan temuan baru di wilayah Morut.
Kasus Impor dan Temuan Baru
Menurut Ricko, kasus impor merujuk pada pasien HIV yang sebelumnya telah terdeteksi dan menjalani pengobatan di daerah asal mereka sebelum berpindah ke Morut. Mereka datang ke Morut untuk bekerja dan kemudian melanjutkan pengobatan di fasilitas layanan kesehatan setempat.
“Kasus impor adalah pasien HIV yang ditemukan di tempat domisili sebelumnya, sudah menjalani pengobatan di daerah asalnya, dan pindah berobat di Morut karena datang mencari kerja di Morut,” ujar Ricko saat dikonfirmasi pada Kamis (6/3).
Para pasien ini terdeteksi melalui sistem aplikasi layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) yang memungkinkan data pasien HIV di daerah asal mereka diimpor ke layanan PDP di RSUD Kolonodale, Morowali Utara.
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kasus HIV di Morowali Utara mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2023, kasus HIV tercatat sebanyak 25 kasus. Namun, pada tahun 2024, jumlah temuan kasus baru meningkat menjadi 29 kasus, ditambah dengan 12 kasus impor, sehingga total mencapai 41 kasus.
Faktor Penyebab dan Upaya Penanganan
Peningkatan jumlah kasus HIV di Morowali Utara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk mobilitas penduduk dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang memungkinkan lebih banyak kasus terdeteksi.
Dinas Kesehatan Morowali Utara terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penyebaran HIV, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan serta deteksi dini HIV/AIDS. Selain itu, layanan PDP di RSUD Kolonodale juga terus ditingkatkan agar pasien HIV mendapatkan perawatan yang optimal.
Dinkes Morut menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus HIV di Morut dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menekan angka penularan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan seksual dan tidak ragu melakukan tes HIV jika memiliki faktor risiko.
Dengan meningkatnya angka kasus HIV di Morowali Utara, kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam pencegahan serta deteksi dini sangat diperlukan agar penyebaran HIV dapat ditekan dan pasien yang sudah terinfeksi dapat mendapatkan pengobatan yang tepat.
- Penulis: Redaksi Beritamorut











































Saat ini belum ada komentar