Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kabut Tipis Menghiasi Pagi di Koromatantu

Kabut Tipis Menghiasi Pagi di Koromatantu

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 6
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT – Kabut pagi turun perlahan, menari di antara pepohonan dan atap-atap rumah warga. Seperti selimut alam yang lembut, kabut menyapa Desa Koromatantu, menyambut hadirnya mentari yang perlahan mengintip dari balik perbukitan.

Dari ketinggian, desa ini tampak seperti lukisan alam, tenang, teduh, dan memikat.

Desa Koromatantu yang berada di Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, memiliki pesona alam yang khas terutama saat pagi hari.

Kabut tipis yang menyelimuti rumah-rumah warga menciptakan suasana damai sekaligus menambah keindahan desa yang dikelilingi pepohonan hijau.

Koromatantu sendiri merupakan salah satu desa tua di wilayah Kecamatan Petasia. Berdasarkan catatan sejarah, desa ini telah berdiri sejak tahun 1918 dan didirikan oleh tokoh masyarakat pada masa itu. Nama Koromatantu berasal dari dua kata, yakni “Koro” yang berarti sungai dan “Matantu” yang berarti pasti.

Saat ini Desa Koromatantu dihuni sekitar 334 kepala keluarga dengan jumlah penduduk lebih dari 1.000 jiwa, yang mayoritas beragama Islam. Secara historis, masyarakat desa ini berasal dari warga Desa Korowalelo yang secara bertahap berpindah untuk mencari lahan pertanian yang lebih baik.

Dalam perkembangannya, masyarakat setempat juga berinteraksi dengan para pedagang dari suku Bugis yang datang berdagang sekaligus menyebarkan agama Islam. Dari proses interaksi sosial tersebut, muncul keinginan masyarakat untuk membentuk komunitas sendiri yang kemudian berkembang menjadi Desa Koromatantu seperti saat ini.

Secara administratif, Desa Koromatantu memiliki luas wilayah sekitar 6.666 km² dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

▪︎ Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Korowou
▪︎ Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Korololama
▪︎ Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Mondowe
▪︎ Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Bunta

Dalam wawancara dengan media ini, Kepala Desa Koromatantu, Alfianus Doe, menyampaikan bahwa pemerintah desa terus berupaya menghadirkan berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Untuk program kesehatan, setiap rumah kami bantu galon agar masyarakat memiliki wadah penyimpanan air bersih yang layak. Selain itu ada pemeriksaan gratis gula darah, asam urat dan kolesterol setiap bulan melalui posyandu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa memberikan bantuan bagi warga yang membutuhkan rujukan pengobatan ke Makassar.

“Kalau ada pasien rujukan ke Makassar kami bantu Rp1 juta per pasien. Jika ada warga yang berduka, pemerintah desa juga memberikan bantuan sembako duka dari operasional desa,” jelasnya.

Selain program kesehatan dan sosial, pemerintah desa juga mendorong gerakan penghijauan dengan menanam pohon di depan rumah warga. Sementara itu, melalui anggaran APBD desa, pemerintah desa juga akan memfasilitasi pengadaan lampu penerangan jalan.

Menariknya, Desa Koromatantu juga termasuk desa yang berada di kawasan lingkar tambang, salah satunya terkait aktivitas perusahaan PT Cocoman.

Meski berada di wilayah yang terus berkembang, Desa Koromatantu tetap mempertahankan keasrian alamnya.

Setiap pagi, kabut yang turun di antara rumah-rumah warga seakan menjadi penanda bahwa desa ini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang kehidupan yang tenang di tengah alam Morowali Utara.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less