Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Haji Akbar dan Target Besar PAN, Wajah Baru yang Mengusik Petahana di DPRD Morut

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 109
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

MOROWALI UTARA – Usianya baru 35 tahun. Namun, Akbar, ST, atau lebih akrab disapa Haji Akbar, telah dipercaya menakhodai Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Morowali Utara (Morut) untuk periode 2025–2030.

Kepercayaan itu bukan sekadar jabatan politik. Di pundaknya, ada pekerjaan besar yang menanti, membangkitkan partai yang sudah dua kali berturut-turut gagal mengantarkan kadernya ke kursi DPRD Morowali Utara.

Bagi Haji Akbar, tantangan tersebut tampaknya bukan alasan untuk mundur. Justru, di tengah kondisi partai yang kehilangan representasi di parlemen, ia melihat peluang untuk membangun kembali kekuatan PAN dari akar rumput.

Catatan politik menunjukkan, PAN pernah memiliki dua kursi di DPRD Morowali Utara pada periode 2014–2019. Namun, pada periode 2019–2024, partai ini kehilangan seluruh kursinya. Situasi itu berlanjut pada Pemilu 2024, ketika PAN hanya mengumpulkan 854 suara sah secara akumulatif di tingkat kabupaten dan kembali gagal meraih kursi DPRD untuk periode 2024–2029.

Angka tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi kepemimpinan baru PAN Morut. Mengembalikan kepercayaan pemilih tentu tidak cukup hanya dengan mengganti kepengurusan atau memasang atribut partai.

Dibutuhkan konsolidasi, kerja politik yang terukur, serta kemampuan menghadirkan kader yang benar-benar diterima masyarakat.
Di sinilah Haji Akbar mulai menaruh langkahnya.

Nama Haji Akbar, berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, dikenal di kalangan masyarakat sebagai pengusaha muda yang telah merintis dan mengembangkan bisnisnya di sejumlah tempat.

Pengalaman membangun usaha menjadi bekal tersendiri ketika ia memutuskan masuk ke dunia politik lokal. Dari dunia usaha, ia menghadapi tantangan membangun kepercayaan dan menjaga keberlanjutan. Di dunia politik, tantangannya berbeda: membangun kepercayaan publik, merawat jaringan, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Haji Akbar kini mencoba membawa semangat tersebut ke dalam tubuh PAN Morowali Utara. Dalam sikapnya, ia dikenal relatif tenang dalam berpolitik. Namun, ketenangan itu tidak serta-merta membuat langkahnya luput dari perhatian. Namanya mulai diperhitungkan dalam percakapan politik lokal, terutama di daerah pemilihan (dapil) I yang kerap disebut sebagai dapil neraka karena persaingan antarkandidat yang ketat.

Jika mampu membangun mesin partai dan memperkuat basis dukungan, Haji Akbar berpotensi menjadi salah satu penantang yang patut diperhitungkan oleh para petahana pada pemilihan legislatif mendatang.

Meski demikian, popularitas dan modal usaha saja tidak cukup untuk menjamin kemenangan. Ujian sesungguhnya adalah seberapa jauh ia mampu mengubah perhatian publik menjadi dukungan nyata di bilik suara.

Benahi struktur, bidik kursi DPRD

Ditemui di Kota Palu, Senin malam (12/10/2026), Haji Akbar menegaskan keseriusannya membenahi struktur partai secara menyeluruh di Morowali Utara.
Ia optimistis, konsolidasi organisasi yang dilakukan sejak dini dapat menjadi fondasi untuk mencapai target politik PAN pada pemilu mendatang.

“Kami membenahi struktur partai secara menyeluruh di Morowali Utara. Kami percaya kerja-kerja politik akan mencapai target kursi di DPRD, pada pileg mendatang,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa PAN Morut ingin keluar dari situasi stagnan. Setelah dua periode pemilu tanpa kursi, partai ini membutuhkan lebih dari sekadar optimisme. Konsistensi pengurus, soliditas kader, perluasan basis pemilih, serta strategi menghadapi kompetisi di setiap dapil akan menentukan apakah kebangkitan itu benar-benar bisa diwujudkan.

Bagi Haji Akbar, pekerjaan tersebut menjadi bagian dari pertaruhan kepemimpinannya selama lima tahun ke depan.
Ia tidak hanya dituntut menjaga eksistensi PAN, tetapi juga membuktikan bahwa partai yang pernah memiliki dua kursi di DPRD Morut itu, masih memiliki peluang untuk kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan.

Menuntaskan pendidikan, menyiapkan langkah politik.

Di tengah kesibukannya mengurus usaha dan konsolidasi partai, Haji Akbar juga tengah menyelesaikan pendidikan magister manajemen di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Ia dijadwalkan mengikuti wisuda pada Oktober 2026 ini. Pendidikan tersebut melengkapi perjalanan seorang pengusaha muda yang kini mencoba mengambil peran lebih besar di ruang politik daerah.

Namun, gelar akademik dan keberhasilan di dunia usaha pada akhirnya akan diuji melalui kemampuannya memimpin organisasi serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Jalan menuju kursi DPRD Morowali Utara masih panjang. Persaingan di dapil I pun bukan perkara ringan. Tetapi, politik selalu menyediakan ruang bagi perubahan. Partai yang pernah kehilangan seluruh kursinya bisa kembali bangkit apabila mampu berbenah, membaca kebutuhan masyarakat, dan bekerja secara konsisten.

Kini, Haji Akbar siap menghadapi tantangan itu: mengubah PAN Morut dari partai yang pernah terpuruk menjadi kekuatan politik yang kembali diperhitungkan.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less