Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dipermalukan di Grup Facebook “Bunta Dagang”, Korban Pilih Tempuh Jalur Hukum

Dipermalukan di Grup Facebook “Bunta Dagang”, Korban Pilih Tempuh Jalur Hukum

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 8
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT- Kasus dugaan pencemaran nama baik mencuat setelah seorang warga berinisial IT (39) mengaku dipermalukan di grup Facebook “Bunta Dagang” oleh rekan kerjanya sendiri.

Menurut keterangan IT selaku pelapor, persoalan ini berawal dari kerja sama usaha dengan terlapor. Saat itu, terlapor meminjamkan modal sebesar Rp20 juta untuk dikelola bersama. Usaha tersebut sempat berkembang pesat. Bahkan, dari modal awal Rp20 juta, keuntungan yang diperoleh disebut mencapai Rp40 juta dan telah disetorkan kembali kepada terlapor.

Namun, seiring waktu usaha mengalami kendala. Dalam situasi itu, terlapor menuntut pengembalian sisa uang sebesar Rp11.500.000. Karena IT belum mampu memenuhi permintaan tersebut, terlapor diduga melayangkan ancaman melalui pesan WhatsApp, akan memviralkan IT di media sosial.

Ancaman itu akhirnya menjadi kenyataan. Terlapor memposting foto wajah IT di grup Facebook “Bunta Dagang”, sebuah grup media sosial yang cukup dikenal di kalangan masyarakat setempat. Unggahan tersebut membuat IT merasa dipermalukan secara terbuka di hadapan publik.

“Uang yang dia berikan Rp20 juta dan saya sudah setor kembali Rp40 juta. Saat usaha saya mengalami kendala, saya justru dipermalukan di media sosial. Karena itu saya menempuh jalur hukum dan akan membawa perkara ini sampai ke pengadilan,” tegas IT kepada media ini, Jumat (6/2/2025), seperti dikutip dari Bongkarsulteng.my.id.

IT mengaku unggahan di grup tersebut telah mencoreng nama baiknya dan berdampak pada kehidupan sosialnya. Ia pun memastikan akan memperjuangkan haknya melalui jalur hukum agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan bisnis seharusnya diselesaikan secara profesional dan proporsional, bukan dengan mempermalukan pihak lain di ruang publik media sosial.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less