Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » “Dari Rawa Jadi Harapan”: Menjaga Investasi PT. ANA di Morowali Utara

“Dari Rawa Jadi Harapan”: Menjaga Investasi PT. ANA di Morowali Utara

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
  • visibility 12
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA – Sejak PT Agro Nusa Abadi (ANA), anak perusahaan Astra Agro Lestari (AAL), membuka kebun sawit di wilayah Morowali Utara pada tahun 2006 silam, sejumlah desa di lingkar perkebunan benar-benar merasakan dampak positif dari kehadiran perusahaan ini. Kehadiran PT ANA bukan hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga membawa perubahan signifikan bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Pihak perusahaan menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kebutuhan desa. Ketika desa memerlukan bantuan, PT ANA selalu merespons dengan cepat. Penduduk Desa Towara, Bunta, dan sekitarnya mengakui manfaat langsung sejak perusahaan mulai beroperasi. Lapangan kerja terbuka luas. Bahkan bagi warga yang belum berkesempatan menjadi karyawan tetap, perusahaan tetap memberi ruang dan peluang kerja lain seperti aktivitas bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS), yang sangat dibutuhkan di lokasi operasional.

Tak hanya membuka kesempatan kerja, PT ANA juga aktif menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Dana CSR disalurkan secara terukur dan tepat sasaran, mengikuti aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah desa. Sektor pendidikan menjadi prioritas, dan sejumlah sekolah desa telah merasakan manfaat bantuan tersebut. Masyarakat pun sangat berterima kasih atas dukungan itu.

Kontribusi perusahaan tak berhenti di situ. Beberapa infrastruktur jalan desa yang membutuhkan alat berat juga turut dibantu oleh PT ANA. Melalui koordinasi dengan pemerintah desa, alat berat perusahaan langsung dikerahkan untuk perbaikan jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Kini, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari PT ANA. Jika dulu harus merantau ke luar daerah demi penghasilan dan menyekolahkan anak, sekarang mereka dapat bekerja dan menetap di Morowali Utara. Perubahan ini menjadi gambaran nyata bagaimana kehadiran investasi dapat mengangkat taraf hidup masyarakat.

Upaya menghadirkan PT ANA di Morowali Utara bukanlah hal mudah. Melihat kondisi geografis wilayah yang dominan rawa dan berair, tak sedikit yang pesimis. Namun sejumlah tokoh lokal dengan tekad kuat memperjuangkannya. Salah satunya adalah Christian Rongko, tokoh Mori yang pernah menjabat sebagai Kabag Hukum di Pemkab Poso, Kepala Bappeda, hingga Asisten Pembangunan di Pemkab Morowali, sekaligus Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Morowali Utara ini, menceritakan bagaimana perjuangan mereka, kepada media ini,

Perjuangan Christian Rongko dalam menghadirkan investasi dari Astra Agro Lestari dan Sinar Mas ke Morowali adalah tonggak penting dalam sejarah pembangunan daerah. “Dari Rawa jadi harapan” banyak keraguan yang berubah jadi kebaikan.

“Dulu lahannya berair dan rawa, awalnya banyak yang ragu. Tetapi kita meyakini bahwa perkebunan sawit ini memiliki prospek ekonomi yang sangat bagus ke depan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa investasi PT ANA harus dijaga, karena menyangkut hajat hidup banyak orang dan masa depan anak-anak daerah ini. “Jangan sampai investasi ini diganggu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Christian.

Kini manfaatnya dirasakan nyata oleh masyarakat. Bahkan PT ANA menyediakan bus sekolah yang mengantar jemput anak-anak SD, membantu meringankan beban keluarga. Kehidupan masyarakat disubsidi secara langsung oleh perusahaan yang peduli.

Namun sayangnya, kondisi yang telah dibangun dengan susah payah ini mulai terusik. Perkebunan PT ANA kerap kali menjadi sasaran tindakan kelompok pencuri buah sawit yang beroperasi secara berkelompok dan berkedok sebagai kelompok klaim lahan. Mereka memanen secara paksa buah sawit di atas lahan PT ANA dan bahkan membuat keributan, termasuk di antara sesama mereka.

Kelompok klaimer ini semakin brutal. Mereka tak hanya melarang karyawan perusahaan memanen, tapi juga kerap membawa senjata tajam dan mengintimidasi. Mereka memaksakan kehendak di wilayah perkebunan yang secara administratif berada di Desa Towara.

Tindakan kelompok ini membuat masyarakat Desa Towara resah. Dalam semangat menjaga keberlangsungan investasi dan ketertiban, warga Desa Towara secara spontan bersama aparat keamanan bergerak mengamankan lahan PT ANA dari gangguan klaimer. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga perusahaan yang telah banyak membantu mereka.

Ironisnya, konflik internal juga terjadi di antara kelompok klaimer itu sendiri. Satu bidang lahan bahkan diklaim oleh dua hingga tiga kelompok berbeda, menciptakan suasana yang tegang dan memicu benturan fisik. Sebuah video amatir yang beredar menunjukkan perdebatan sengit antar kelompok klaimer pada malam hari, masing-masing bersikeras sebagai pemilik sah lahan dan merasa berhak memanen sawit dari pohon-pohon yang ditanam oleh PT ANA sejak tahun 2007.

“Mereka ini datang berkelompok, dan demo mereka itu malah saling bergesekan antara sesama mereka sendiri. Orang-orang dari luar desa Towara, tiba-tiba datang panen dengan gaya preman. Ini jelas mengancam investasi dan mengganggu perusahaan yang selama ini banyak membantu masyarakat,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.

Kondisi ini menjadi peringatan serius. Investasi jangka panjang seperti PT ANA tidak hanya soal keuntungan ekonomi perusahaan, tetapi tentang masa depan masyarakat, pendidikan anak-anak, pembangunan desa, dan keberlangsungan hidup petani sawit.

Sudah saatnya semua pihak bersatu menjaga investasi yang ada. Jangan biarkan ulah segelintir orang merusak masa depan yang sedang dibangun bersama. PT ANA adalah aset daerah. Menjaganya berarti menjaga kehidupan banyak keluarga di Morowali Utara.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less