Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Ada Apa dengan Aktivitas Jalan Hauling PT PEI? Kecelakaan Maut Terjadi

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 89
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Ada yang patut dipertanyakan dari aktivitas di jalan hauling PT PEI, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang sopir dump truck pada Selasa sore, 29 September 2026, kembali menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar. Korban dilaporkan melompat dan terlindas kendaraan yang dikemudikannya sendiri, hingga meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Informasi yang diperoleh media ini dari sumber terpercaya menyebutkan, kejadian serupa ternyata bukan kali pertama terjadi. Bahkan, insiden pada Selasa sore disebut sebagai kejadian ketiga dengan pola yang hampir sama.

“Dia kaget dan melompat dari mobilnya. Ini sudah yang ketiga kalinya. Sebenarnya sangat berbahaya, tapi sudah begitu cari hidup,” ungkap salah satu kerabat almarhum kepada media ini, Rabu (30/9).

Pernyataan tersebut tentu menjadi perhatian serius. Sebab, jika benar insiden serupa telah terjadi berulang kali, maka pertanyaan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan hauling menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan.

Hingga kini, belum diketahui secara jelas bagaimana kondisi jalan hauling saat kecelakaan terjadi, termasuk kondisi medan, sistem pengaturan lalu lintas kendaraan berat, prosedur keselamatan bagi sopir, maupun faktor teknis lainnya yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Minimnya informasi mengenai aspek tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Apakah kecelakaan ini murni karena human error, kondisi jalan, faktor teknis kendaraan, atau ada persoalan lain dalam penerapan standar K3?

Pertanyaan itu semestinya tidak dibiarkan menjadi spekulasi. Aparat kepolisian diharapkan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan, termasuk memastikan penyebab utama kecelakaan serta mengevaluasi apakah prosedur keselamatan kerja telah diterapkan sebagaimana mestinya.

Jangan sampai kecelakaan ketiga ini justru baru menjadi alarm, setelah dua kejadian sebelumnya belum cukup untuk membenahi potensi bahaya di jalan hauling.

Keselamatan pekerja bukan sekadar prosedur di atas kertas. Ia menyangkut nyawa manusia yang setiap hari bekerja untuk mencari nafkah.

Media ini juga membuka ruang bagi pihak PT PEI maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan dan hak jawab mengenai standar K3, kondisi jalan hauling, serta kronologi kecelakaan tersebut.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less