Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Antrean Panjang BBM di Kolonodale, Mobil Diduga Angkut Enam Jeriken Ditimbun?

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 110
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Antrean panjang kendaraan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, kembali menjadi sorotan. Di tengah panjangnya antrean, sebuah mobil berwarna abu-abu yang terlihat seperti Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi DD 1308 ST tampak mengangkut sekitar enam jeriken berisi BBM.

Ket foto: Mobil diduga mengangkut 6 jeriken diantara antrian (IST)

Peristiwa tersebut terpantau pada Selasa (27/10/2026), sekitar pukul 14.20 WITA. Mobil itu terlihat berada di tengah antrean kendaraan, sementara sejumlah pengendara lainnya masih menunggu giliran untuk mendapatkan bahan bakar.

Pemandangan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pola distribusi BBM di SPBU, terutama ketika warga harus mengantre panjang demi mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ini yang menyebabkan antrean panjang kendaraan,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.

Warga berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken, termasuk memastikan apakah kegiatan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi Diminta Bertindak Tegas

Kondisi antrean BBM yang berkepanjangan membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait. Aparat kepolisian bersama instansi yang berwenang diminta turun tangan untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan distribusi BBM, termasuk kemungkinan adanya praktik penimbunan dan penjualan kembali dengan harga tinggi.

Jika ditemukan pelanggaran, penindakan tegas perlu dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pengawasan juga harus diperketat agar distribusi BBM berjalan transparan dan masyarakat tidak dirugikan oleh ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Meski demikian, keberadaan jeriken di dalam kendaraan tidak serta-merta membuktikan adanya penimbunan atau pelanggaran. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tujuan pengisian, jumlah BBM yang dibeli, serta legalitas aktivitas tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pengelola SPBU, dan aparat penegak hukum segera memberikan perhatian terhadap persoalan ini. Jangan sampai warga terus terjebak dalam antrean panjang, sementara dugaan penyalahgunaan distribusi BBM tidak mendapat penanganan yang jelas.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less