Breaking News :
light_mode
Trending Tags

MPKE Morut dan CV Surya Amindo Perkasa Bagikan 1.680 Kotak Susu, Peduli Anak Sekolah Terdampak Asap

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 276
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Kepedulian terhadap kesehatan anak-anak di tengah dampak asap yang melanda Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, ditunjukkan Masyarakat Peduli Kemajuan Ekonomi (MPKE) Morut bersama CV Surya Amindo Perkasa melalui aksi sosial pembagian 1.680 kotak susu kepada anak-anak usia sekolah. Jumat (16/10).

Kegiatan tersebut menyasar tujuh satuan pendidikan, yakni SDN 1 Kolonodale, SDN 2 Kolonodale, SDN 3 Korololaki, SDN 4 Bahontula, SMP Negeri 1 Petasia, SD Alkhairaat Kolonodale, serta TK Desa Korololaki.

Ketua MPKE Morut, Karsena Aristoteles, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi masyarakat, khususnya anak-anak yang berpotensi terdampak oleh paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ini adalah bentuk kepedulian MPKE Morut bersama Surya Amindo Perkasa, terhadap dampak asap yang terjadi hari ini,” ujar Aris.

Menurutnya, aksi sosial tersebut merupakan wujud nyata bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama anak-anak sebagai kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk.

Pembagian susu ini diharapkan dapat menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi anak-anak di tengah situasi yang memprihatinkan. Meski demikian, bantuan tersebut bukan pengganti upaya perlindungan kesehatan dari paparan asap.

Sorotan MPKE terhadap Karhutla
MPKE Morut menyoroti karhutla sebagai persoalan serius yang tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas warga, termasuk proses belajar anak-anak di sekolah.

MPKE mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera memastikan sumber karhutla, memperkuat pemantauan titik api, mempercepat penanganan di lapangan, serta meningkatkan langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan berulang.

Penanganan juga perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha, aparat, dan lembaga terkait.

Menurut MPKE, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang terbuka mengenai kondisi kualitas udara, lokasi kebakaran, serta langkah perlindungan yang harus dilakukan ketika paparan asap meningkat. Sekolah dan orang tua juga diharapkan lebih waspada terhadap kondisi kesehatan anak, terutama mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Di balik aksi sosial ini, persoalan asap yang melanda Morowali Utara perlu menjadi perhatian serius semua pihak. Jika asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan, dampaknya tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, terlebih ketika anak-anak masih harus menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Paparan asap dapat memicu iritasi mata dan saluran pernapasan, batuk, serta memperburuk kondisi penderita penyakit pernapasan. Anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan sehingga upaya pencegahan dan perlindungan harus menjadi prioritas.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan kondisi kualitas udara, menelusuri sumber kebakaran, memperkuat upaya pemadaman, serta melakukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Sekolah dan orang tua juga perlu mendapat informasi yang jelas mengenai langkah perlindungan bagi anak ketika kondisi udara memburuk.

Aksi MPKE Morut bersama CV Surya Amindo Perkasa menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan bukan hanya urusan pemerintah atau petugas pemadam kebakaran, melainkan tanggung jawab bersama. Namun, kepedulian melalui bantuan sosial perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata untuk mengatasi sumber masalah.

Sebab, anak-anak tidak cukup hanya diberikan susu di tengah kepungan asap. Mereka juga berhak mendapatkan udara yang bersih, lingkungan yang sehat, serta jaminan keselamatan saat belajar dan bermain.

Kepedulian sosial membantu meringankan keadaan, tetapi pencegahan dan penanganan karhutla merupakan langkah penting agar masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak asap.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less