Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Rekaman Menguak Suasana Interogasi: Sambil Bicara Etika, Mahasiswa Senior perempuan minta rokok ke mahasiswa lain

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALU – Kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap tiga mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Tadulako (Untad) kembali menjadi sorotan.

Kasus ini telah dilaporkan oleh para korban didampingi kuasa hukum, Jonathan Salam, MH. Laporan resmi tersebut dilayangkan oleh korban pada Selasa (6/10/2026) dan teregister dalam nomor laporan polisi LP/B/1196/X/2026/SPKT/Polresta Palu/Polda Sulteng.

Selain laporan polisi yang telah dibuat korban, rekaman suara yang diterima media ini turut mengungkap suasana interogasi yang diduga berlangsung di lingkungan organisasi mahasiswa.

Salah satu korban adalah Z, mahasiswa perempuan. Dalam kronologi yang disampaikan sebelumnya, Z diduga mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh dua mahasiswa senior perempuan.

Sementara itu, sejumlah senior lainnya, termasuk mahasiswa laki-laki, diduga melakukan penekanan secara verbal terhadap korban.

Dalam rekaman suara yang diterima media ini, terdengar sejumlah mahasiswa memberikan ceramah kepada Z dengan mengatasnamakan etika dan penghormatan terhadap dosen.

“Intinya bagaimana kamu perlakukan orang tuamu begitu juga dosen. Dosen itu di kampus sama seperti ibunya kita. Kalau kau memang punya hati minta maaf, kalau pukulan itu sebentar hilang itu,” terdengar suara seorang mahasiswa laki-laki.

Namun, suasana dalam rekaman tersebut tidak hanya berisi nasihat.
Sejumlah suara lain terdengar mengeluarkan kata-kata bernada kemarahan dan hinaan, termasuk ungkapan “nambongo” dan “o’on” yang ditujukan kepada Z.

Lebih jauh, rekaman tersebut juga memuat suara yang diduga menunjukkan adanya tindakan fisik terhadap korban.

Terdengar suara seorang mahasiswa perempuan yang diduga menampar Z.
Situasi semakin menjadi sorotan karena dalam rekaman yang sama terdengar percakapan seorang mahasiswa perempuan yang meminta rokok kepada mahasiswa lainnya.

“Chandra, satu rokokmu le,” ujar suara perempuan dalam rekaman tersebut.

Percakapan tersebut terdengar ketika suasana ruangan masih dipenuhi suara mahasiswa yang sedang melakukan interogasi terhadap Z dan mahasiswa lainnya.

Nama Dosen FJ Berulang Kali Disebut
Hal lain yang menjadi perhatian dalam rekaman tersebut adalah nama seorang dosen berinisial FJ yang beberapa kali disebut dalam percakapan.

Penyebutan nama dosen tersebut muncul di tengah pembicaraan mengenai etika, hubungan mahasiswa dengan dosen serta persoalan yang sedang dipersoalkan terhadap para junior.

Namun, dari rekaman yang diterima media ini, belum dapat dipastikan konteks lengkap penyebutan nama FJ maupun apakah dosen tersebut mengetahui atau terlibat dalam kejadian yang sedang dipersoalkan.

Karena itu, penyebutan nama tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari isi rekaman dan tidak serta-merta dimaknai sebagai keterlibatan dalam dugaan kekerasan.

Ironi Pendidikan Etika di Organisasi Mahasiswa
Kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai pola pembinaan senior terhadap junior di lingkungan organisasi mahasiswa.

Di satu sisi, para senior dalam rekaman terdengar berbicara mengenai etika, penghormatan kepada dosen dan pentingnya meminta maaf. Namun di sisi lain, terdapat dugaan tindakan fisik, tekanan verbal serta penggunaan kata-kata yang merendahkan terhadap mahasiswa junior.

Saat diwawancarai media ini, Rabu 7 Oktober 2026, Z membenarkan menerima tamparan dari dua mahasiswa seniornya saat di interogasi.

“Iya saya di tampar dua kakak tingkat,”ujarnya

Sementara dosen FJ yang berulang kali dihubungi media ini tidak menjawab telpon redaksi.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less