Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Raker JMSI Sulteng; Pembentukan PC, Sosialisasi Hukum Pers dan Pelatihan Jurnalistik Jadi Prioritas Terdekat

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 110
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALU – Rapat Kerja (Raker) Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sukses dilaksanakan dengan menghasilkan sejumlah keputusan penting terkait penguatan organisasi dan penyusunan program kerja ke depan.

Raker tersebut berlangsung di Kafe Myco, kompleks Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulteng, Sabtu (3/10/2026).

Raker menjadi momentum bagi Pengda JMSI Sulteng untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun sejumlah agenda prioritas organisasi, mulai dari penguatan struktur kepengurusan, pembentukan Pengurus Cabang (PC) di kabupaten, peningkatan kapasitas insan pers hingga program sosial kemasyarakatan.

Sekretaris JMSI Sulteng, Mahful Haruna, yang memimpin pelaksanaan Raker menyampaikan, salah satu agenda terdekat yang menjadi perhatian organisasi adalah pembentukan PC JMSI di sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, saat ini terdapat empat kabupaten yang dinilai sudah siap untuk dibentuk kepengurusan cabang, yakni Kabupaten Sigi, Tojo Una-Una (Touna), Morowali Utara (Morut) dan Banggai.

“Persiapan pembentukan empat PC ini sudah sekitar 70 persen. Kami menargetkan seluruh prosesnya dapat diselesaikan pada November 2026,” kata Mahful.

Ia menjelaskan, selain mempersiapkan struktur kepengurusan, JMSI Sulteng juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah di masing-masing kabupaten. Koordinasi tersebut penting untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pelantikan setelah Surat Keputusan (SK) kepengurusan PC diterbitkan.

Dengan terbentuknya PC di sejumlah kabupaten, JMSI Sulteng diharapkan semakin mampu memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat peran perusahaan media siber dalam menjaga kualitas informasi di daerah.

Program prioritas lainnya adalah sosialisasi hukum pers yang akan menyasar insan pers serta pejabat pemerintah di daerah.

Kegiatan tersebut direncanakan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah.

Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai regulasi, etika, serta aspek hukum dalam pelaksanaan tugas jurnalistik.

Menurut Mahful, pemahaman mengenai hukum pers penting tidak hanya bagi wartawan dan perusahaan media, tetapi juga bagi pejabat maupun masyarakat yang berinteraksi dengan kerja-kerja jurnalistik.

“Ini penting agar semua pihak memahami batasan, hak dan kewajiban masing-masing dalam menjalankan maupun menyikapi kegiatan jurnalistik,” ujarnya.
Selain sosialisasi hukum pers, JMSI Sulteng juga menyiapkan program pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa dan siswa SMA di Kota Palu.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kerja jurnalistik, mulai dari mencari dan memverifikasi informasi, melakukan wawancara, menulis berita hingga memahami proses produksi sebuah produk jurnalistik.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya JMSI untuk meningkatkan literasi media di kalangan generasi muda.

Dengan pemahaman yang baik mengenai proses jurnalistik dan verifikasi informasi, mahasiswa dan pelajar diharapkan mampu membedakan produk jurnalistik dengan informasi yang tidak terverifikasi atau hoaks.

“Generasi muda perlu memahami bagaimana sebuah informasi diproduksi dan diverifikasi. Dengan begitu, mereka tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Mahful.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, JMSI Sulteng juga akan mendorong peningkatan kapasitas pengurus dan insan media dalam penguasaan teknologi serta digitalisasi.

Program tersebut diarahkan untuk mengikuti perkembangan industri media yang semakin cepat, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam produksi, distribusi dan pengelolaan konten media siber.

Selain program organisasi dan peningkatan kapasitas, Raker JMSI Sulteng juga menetapkan kegiatan sosial kemasyarakatan melalui program JMSI Peduli.

Program tersebut akan menyasar masyarakat dari kalangan bawah, terutama mereka yang membutuhkan dukungan sosial.

Kegiatan JMSI Peduli nantinya dapat dikembangkan dalam bentuk bantuan sosial, kegiatan kemanusiaan maupun aksi sosial lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

Mahful menegaskan, seluruh program yang telah disepakati dalam Raker akan menjadi bagian dari upaya JMSI Sulteng untuk memperkuat organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“JMSI tidak hanya berbicara tentang organisasi dan perusahaan media, tetapi juga bagaimana keberadaan JMSI dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pers, literasi masyarakat dan kehidupan sosial di Sulawesi Tengah,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less