PT COR Resmikan PLTS 256 kWp, Mulai Dorong Energi Hijau di Sektor Tambang Morut
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 54
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA — PT Central Omega Resources (COR) Tbk mulai menerapkan energi terbarukan untuk mendukung operasional pertambangannya di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Perusahaan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 256 kilowatt peak (kWp) yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 251 kilowatt-hour (kWh) di Dusun V, Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Selasa (29/9/2026).
Peresmian PLTS ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Direktur Utama PT COR Tbk Andi Jaya, bersama Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, serta sejumlah pejabat daerah dan Managing Director PT Xurya Daya Indonesia Eka Himawan.
Bagi PT COR, pembangunan PLTS tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dalam kegiatan operasional pertambangan.
Direktur Utama PT COR Tbk Andi Jaya mengatakan pembangunan PLTS telah direncanakan perusahaan sejak beberapa tahun lalu dan kini berhasil direalisasikan.
Menurutnya, sebagai salah satu pelaku usaha pertambangan, PT COR menyadari bahwa ketergantungan terhadap energi fosil tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
“Sebagai salah satu pelaku tambang di dunia usaha tambang di Republik Indonesia ini, kami sadar bahwa ketergantungan kepada energi asal fosil itu cepat atau lambat pasti akan berakhir,” kata Andi.
Ia menegaskan, perubahan menuju energi hijau harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar menjadi wacana.
“Kalau cuma kita bicara di mulut saja tapi tidak ada tindakan nyata, itu namanya cuma omdo. Hari ini kita membuktikan bahwa di wilayah Morowali Utara ini, berkat dukungan Bapak Bupati, kami diperkenankan untuk membangun PLTS,” ujarnya.
Andi menyebut PLTS berkapasitas 256 kWp tersebut baru merupakan tahap awal. PT COR, kata dia, telah menyiapkan rencana pengembangan energi terbarukan secara berkelanjutan.
Ia berharap langkah PT COR dapat diikuti perusahaan tambang dan pelaku usaha lainnya di Morowali Utara.
“Saya yakin semua para pelaku tambang dan dunia usaha di wilayah Morowali Utara bisa melakukan hal yang serupa, sehingga alam Morowali Utara ini akan menjadi lebih hijau dan kita akan dikenal sebagai salah satu pengguna green energy yang berkelanjutan,” katanya.
Managing Director PT Xurya Daya Indonesia Eka Himawan menjelaskan, PLTS PT COR menggunakan sistem off-grid yang diintegrasikan dengan baterai dan pasokan listrik PLN.
Energi yang dihasilkan PLTS dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional perusahaan pada siang hari, sementara baterai berfungsi menyimpan energi dan menjadi cadangan ketika dibutuhkan.
“Pemanfaatan energi terbarukan ini bukan cuma untuk green, tetapi meningkatkan keandalan juga,” kata Eka.
Menurut Eka, keandalan pasokan energi menjadi faktor penting bagi sektor pertambangan yang membutuhkan listrik secara berkelanjutan.
Ia menilai penerapan PLTS PT COR menjadi salah satu contoh bahwa energi terbarukan dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan listrik sektor pertambangan.
“Hari ini adalah peluang untuk kita memperlihatkan bahwa energi terbarukan itu bisa dilakukan untuk di sektor pertambangan,” ujarnya.
Xurya Daya Indonesia menyebut telah merealisasikan lebih dari 300 proyek PLTS hingga akhir 2025, baik sistem on-grid maupun hybrid off-grid di berbagai wilayah Indonesia.
.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar