FOSNAS Piala Warda Dg Mamala Jadi Panggung Bibit Muda Sepakbola Morut
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 218
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA — Lapangan sepakbola di Kabupaten Morowali Utara (Morut) kembali menjadi panggung bagi talenta-talenta muda. Forum Operator Sepakbola Nasional (FOSNAS) Seri Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Piala Warda Dg Mamala, resmi digelar di dua lokasi, yakni Lapangan Persimas Mori Atas di Tomata dan Lapangan Putra Gembira Londi.
Kejuaraan yang berlangsung mulai 26 September hingga 4 Oktober 2026 ini menjadi ruang bagi anak-anak dari berbagai desa di Morut untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan bakat mereka di lapangan hijau.
Kompetisi mempertandingkan sejumlah kelompok usia, mulai dari U10, U12, U14, U16 hingga U18. Sejumlah klub dari berbagai wilayah Morut ambil bagian, membawa pemain-pemain muda yang dipersiapkan menjadi generasi penerus sepakbola daerah.
Menariknya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperlihatkan besarnya dukungan terhadap pembinaan sepakbola usia dini. Sejumlah klub mendapat bantuan dan dukungan dari Warda Dg Mamala, SE dan Mukhlis Dg Mamala atau Haji Mus, sehingga dapat mengikuti kompetisi tersebut.
Salah satunya Moroko Kolaka Junior FC, klub yang relatif baru dibentuk namun langsung berani tampil di panggung FOSNAS.
Manajer Moroko Kolaka Junior FC, Kristosa, mengatakan timnya mengikuti tiga kelompok usia, yakni U10, U12 dan U14.
“Kegiatan FOSNAS ini ibu ketua yang sponsor. Kami ikut U10, U12 dan U14. Untuk Kolaka baru pertama kami bentuk, dengan waktu latihan yang terbatas namun bisa tampil maksimal,” ujar Kristosa. (29/9).
Menurutnya, dukungan Warda Dg Mamala dan Haji Mus sangat membantu tim yang baru terbentuk tersebut.
“Harapan kami ibu ketua dan Haji Mus masih bisa mendukung untuk event ke depan. Kami sangat terbantu dukungan ibu ketua dan Haji Mus dalam kegiatan ini,” katanya.
APALI Junior Dorong Pembinaan Sepakbola Desa
Dukungan serupa juga dirasakan APALI Junior. Klub yang berbasis di Tinompo tersebut mengikuti kompetisi FOSNAS untuk kategori U12 dan U14.
Pengurus APALI Junior, Nobel Nompo, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada pembinaan sepakbola anak-anak di wilayah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Ketua DPRD Morut, Hj. Warda Dg Mamala dan Pak Haji Mus. Kami di APALI Junior sudah bentuk pengurusnya di Tinompo,” ujar Nobel.
Bagi APALI Junior, kompetisi bukan semata soal menang dan kalah. Lebih jauh, ajang seperti FOSNAS menjadi momentum untuk membangun sistem pembinaan pemain sejak usia dini.
Nobel mengatakan, prinsip transparansi menjadi salah satu hal yang dipegang para pengurus APALI Junior. Kepercayaan yang diberikan kepada mereka, kata dia, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Di Desa Tinompo, pengurus APALI Junior juga tengah menginisiasi pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB).
Saat ini, sekitar 100 anak telah mendapatkan pembinaan dan latihan melalui APALI Junior. Mereka dipersiapkan untuk memiliki pengalaman bertanding dan kemampuan yang lebih matang ketika mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk kompetisi tingkat provinsi.
“Di Desa Tinompo sendiri rencana pembentukan SSB sedang diinisiasi oleh sejumlah pengurus APALI Junior. Saat ini ada sekitar 100 orang anak yang dibina dan dilatih, sehingga ketika ada kejuaraan bahkan di tingkat provinsi, sudah disiapkan para pemain muda di sejumlah usia yang siap berlaga,” jelasnya.
Para pengurus APALI Junior berharap pembinaan tersebut dapat menjadi fondasi lahirnya pemain-pemain sepakbola muda dari desa yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
Prinsip transparansi, musyawarah dan pengabdian menjadi semangat yang mereka bangun untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak dalam mengembangkan bakat sepakbola.
FOSNAS Piala Warda Dg Mamala pun menjadi salah satu panggung penting. Dari lapangan desa, anak-anak Morut mulai bermimpi lebih besar—bukan hanya menjadi pemain terbaik di daerahnya, tetapi suatu hari mampu membawa nama Morowali Utara dan Sulawesi Tengah ke level yang lebih tinggi.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar