Ledakan Gas Hanguskan Rumah Warga di Soyojaya, H. Ambo Mai, Polisi, Pemdes dan Warga Bergerak Bersama
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 89
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA — Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di Desa Toddopuli Uebangke, Kecamatan Soyojaya, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Minggu (27/9/2026).
Kebakaran diduga dipicu ledakan gas yang dengan cepat membuat api membesar dan melalap seluruh bagian rumah. Dalam waktu singkat, bangunan tersebut nyaris tak tersisa dan rata dengan tanah.

Beruntung, pemilik rumah masih sempat menyelamatkan diri. Ia hanya mampu keluar dengan pakaian yang melekat di badan, sementara seluruh harta benda di dalam rumah tak sempat diselamatkan.
Uang tunai sekitar Rp30 juta ikut hangus terbakar. Sejumlah perhiasan emas milik korban juga menghitam akibat dilalap api. Tidak ada perabot rumah tangga yang tersisa.
Musibah tersebut menjadi ujian berat bagi keluarga korban. Namun, di tengah kehilangan itu, kepedulian dan gotong royong masyarakat langsung hadir.
Pemerintah Desa Toddopuli Uebangke bersama masyarakat turun tangan membantu keluarga korban, termasuk mengupayakan berbagai kebutuhan material untuk pembangunan kembali rumah yang terbakar.
Solidaritas juga datang dari jajaran Polsek Soyojaya. Anggota Polsek Soyojaya, Aiptu Suharlin dan Aiptu Imade Sukadiasa, bersama unsur perangkat Desa Toddopuli Uebangke, bergerak membantu keluarga korban dengan menyalurkan bantuan sembako.
Tak hanya itu, Ketua DPD Partai NasDem Morowali Utara, H. Ambo Mai, yang juga merupakan warga Desa Toddopuli Uebangke, bersama keluarganya turut menunjukkan kepedulian.
H. Ambo Mai menyumbangkan 100 lembar seng untuk mendukung pembangunan kembali rumah keluarga korban yang kini tinggal puing.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi keluarga untuk kembali membangun tempat tinggal mereka setelah kehilangan seluruh harta benda akibat kebakaran.
Bagi keluarga korban, rumah mungkin telah habis dilalap api. Namun, musibah itu sekaligus memperlihatkan bahwa mereka tidak sendirian.
Di tengah puing-puing yang tersisa, gotong royong masyarakat, kepedulian pemerintah desa, aparat kepolisian, dan para dermawan menjadi kekuatan untuk bangkit kembali.
Musibah boleh menghanguskan rumah, tetapi semangat kemanusiaan dan solidaritas warga tidak ikut terbakar.
Bantuan sembako telah diserahkan, sementara bantuan seng tengah di pesan dan akan segera diserahkan kepada keluarga korban.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar