Breaking News :
light_mode
Trending Tags

Kasat PolPP Morut Tegaskan Bukan Dirinya yang Dibentak

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 74
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Razia tempat hiburan malam (THM) di Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 23.00 WITA, sempat berlangsung tegang.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Morowali Utara mendatangi salah satu tempat billiard dan karaoke setelah adanya laporan masyarakat terkait aktivitas tempat hiburan tersebut yang disebut kerap mengganggu ketenangan warga sekitar.

Keluhan masyarakat salah satunya berkaitan dengan suara musik yang disebut terdengar hingga larut malam bahkan sampai subuh.

Namun, situasi di lokasi sempat memanas setelah terjadi adu argumen antara seorang warga dengan perempuan yang diduga merupakan pemilik tempat usaha tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial Facebook melalui akun Darwis Sucipto, terlihat seorang perempuan terlibat perdebatan dengan seorang pria yang mengenakan topi dan celana pendek.

Perdebatan tersebut kemudian menjadi perhatian setelah Kasatpol PP Morowali Utara, Buharman Lambuli, terlihat berada di lokasi dan berupaya melerai kedua pihak.

Menanggapi video yang beredar, dan pemberitaan media ini Buharman menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang dibentak oleh pemilik usaha.

Menurutnya, pria yang terlihat dalam video mengenakan topi dan celana pendek tersebut merupakan warga yang datang ke lokasi karena merasa terganggu dengan aktivitas dan suara musik yang berlangsung hingga larut malam.

“Bukan saya yang dibentak pemilik usaha tersebut, tapi salah seorang warga masyarakat yang datang di tempat tersebut dan kesal karena mereka terganggu dengan musik yang keras dan sudah larut malam biasanya,” tegas Buharman.

Ia menjelaskan, kedatangannya di lokasi justru untuk meredakan situasi agar perdebatan antara warga dan pemilik usaha tidak semakin memanas.

“Bapak yang pakai topi, celana pendek ini masyarakat. Ini yang saling adu argumen dengan pemilik usaha, saya lerai,” jelasnya.

Buharman menegaskan, kehadiran Satpol PP di lokasi merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait aktivitas tempat hiburan yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga sekitar.

Penjelasan ini juga menegaskan bahwa pemberitaan media sebelumnya, yang menyebut Kasat PolPP dibentak, tidak benar.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less