PT CAN Gandeng Polisi dan Pemerintah Desa Cegah Karhutla
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 86
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOROWALI UTARA —PT Cipta Agro Nusantara (PT CAN) memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kebakaran lahan dan kebun (Karlabun) dengan menggandeng aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Upaya tersebut dilakukan memasuki musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Salah satunya melalui kegiatan sambang dan penyuluhan yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Lembo, Brigpol Elisafan Batongawa, S.H., di Desa Petumbea dan Desa Bintangor Mukti, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara.
Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang kering dapat membuat api mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang berdampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan, karena dampak asap Karhutla maupun Karlabun sangat merugikan kesehatan dan mengganggu aktivitas kita bersama,” kata Brigpol Elisafan.
Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai ketentuan hukum terkait pembakaran hutan dan lahan, termasuk Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, PT CAN bersama aparat dan pemerintah desa turut memasang spanduk larangan Karhutla dan Karlabun di sejumlah lokasi yang dinilai rawan. Pemasangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan pengguna jalan terhadap potensi kebakaran.
Kapolsek Lembo IPTU Marsel Yosef, S.H., menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan, aparat, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencegah kebakaran.
“Kami akan menindak tegas pelaku pembakaran yang memicu Karhutla maupun Karlabun tanpa pandang bulu. Sinergi seperti yang dibangun bersama PT CAN adalah contoh yang baik — perusahaan peduli, masyarakat ikut waspada, dan wilayah kita tetap aman,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Petumbea Krisna Hermawan mengapresiasi langkah PT CAN yang turut melakukan pencegahan kebakaran, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami mengapresiasi PT CAN yang terus melakukan upaya pencegahan Karhutla dan Karlabun, khususnya di area sekitar konsesi perusahaan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Desa Petumbea dan karyawan perusahaan untuk saling menjaga dan mengingatkan,” ujarnya.
Manajemen PT CAN Dannyan Taba Rahim mengatakan pencegahan Karhutla dan Karlabun merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Bagi PT CAN, mencegah Karhutla dan Karlabun bukan sekadar menjaga kebun perusahaan, tetapi juga menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” kata Dannyan.
Menurutnya, efektivitas pencegahan kebakaran membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, PT CAN terus memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat melalui penyuluhan, patroli, pemantauan, serta peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadam.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan ini. Apabila menemukan indikasi asap, titik api, atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera informasikan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
PIC Fire PT CAN Jamal Zulkifli mengatakan perusahaan juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau melalui patroli dan pemantauan secara berkala.
“Kami dari tim Fire PT CAN terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya selama musim kemarau. Patroli dan pemantauan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi titik api sejak dini,” ujarnya.
Menurut dia, perusahaan juga memastikan personel dan peralatan pemadam dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan. Namun, upaya pencegahan, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Pencegahan tidak dapat dilakukan oleh perusahaan saja. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya potensi kebakaran,” katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, PT CAN berharap kesadaran masyarakat terhadap potensi Karhutla dan Karlabun semakin meningkat sehingga risiko kebakaran, gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan, dan kerugian masyarakat dapat diminimalkan.
- Penulis: Redaksi Beritamorut

























































Saat ini belum ada komentar