Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Melanjutkan Amanah Cinta: Kisah Irdayana Lupy di Pilkades Wawopada, Mirip Kisah Sherly Tjoanda

Melanjutkan Amanah Cinta: Kisah Irdayana Lupy di Pilkades Wawopada, Mirip Kisah Sherly Tjoanda

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MORUT- Kisah perjuangan perempuan yang melanjutkan mimpi dan amanah pasangan hidupnya kembali hadir di panggung demokrasi lokal. Publik tentu masih mengingat cerita Sherly Tjoanda yang melanjutkan langkah almarhum suaminya, Beny Laos, hingga akhirnya dipercaya masyarakat menjadi pemimpin di Maluku Utara. Kini, semangat serupa hadir dari Desa Wawopada menjelang Pilkades serentak 22 Juli mendatang.

Sosok itu adalah Irdayana Lupy, atau yang akrab disapa Irda. Ia menjadi salah satu calon Kepala Desa Wawopada, membawa cerita yang tak sekadar tentang kontestasi politik, tetapi juga tentang cinta, kehilangan, dan amanah yang ingin ditunaikan.

Irda maju bukan tanpa alasan. Ia melanjutkan niat besar almarhum suaminya, Desmon Pansiang, yang telah lebih dulu berpulang. Niat sang suami untuk mengabdi kepada desa kini bertransformasi menjadi tekad Irda untuk melanjutkan perjuangan tersebut.

Dalam wawancara, Irda yang merupakan seorang ASN dan mantan Bendahara PUPR Morowali Utara memaknai langkahnya sebagai bagian dari rencana Tuhan.

“Ini amanah paitua memang. Saat ini sudah mendaftar, tetapi sebagai ASN saya serahkan apakah akan diizinkan atau tidak oleh pak Bupati. Saya percaya apapun itu adalah campur tangan Tuhan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.(15/5).

Bagi Irda, pencalonan ini bukan sekadar ambisi pribadi. Ia menyerahkan semuanya kepada tiga hal: izin pimpinan sebagai ASN, keputusan masyarakat, dan kehendak Tuhan sebagai pemilik hidup.

Akankah perjalanan Irdayana Lupy berujung seperti kisah Sherly Tjoanda? Jawabannya belum tentu. Waktu dan pilihan masyarakat Wawopada-lah yang akan menentukannya. Namun satu hal pasti, langkah Irda telah menjadi simbol bahwa cinta, amanah, dan pengabdian bisa tetap hidup, bahkan setelah kehilangan.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less