Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suhardin Sakaria Usung Visi Desa Mandiri Inovatif Berbasis Potensi Lokal di Pilkades Desa Onepute

Suhardin Sakaria Usung Visi Desa Mandiri Inovatif Berbasis Potensi Lokal di Pilkades Desa Onepute

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 8
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Morowali Utara – Calon Kepala Desa Onepute, Suhardin Sakaria, resmi memaparkan visi dan misi pembangunan desa yang berfokus pada kemandirian, inovasi, serta pelestarian budaya lokal. Komitmen tersebut disampaikan sebagai bagian dari kesiapan dirinya maju dalam kontestasi pemilihan kepala desa di Desa Onepute.

Dalam pemaparannya, Suhardin menegaskan visinya yakni “Mewujudkan desa mandiri, inovatif, dan berbudaya yang berbasis pada potensi lokal.” Ia menilai potensi sumber daya desa harus dikelola secara maksimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Fokus Penguatan Ekonomi Desa
Untuk mewujudkan visi tersebut, Suhardin merumuskan sejumlah misi strategis. Salah satu prioritas utama adalah pembangunan sarana dan prasarana bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, UMKM menjadi tulang punggung ekonomi desa sehingga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai agar mampu berkembang dan bersaing.

Selain itu, ia juga menargetkan peningkatan produksi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Langkah ini dinilai penting karena sebagian besar masyarakat desa menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut.
Infrastruktur Berkualitas dan Berkelanjutan.

Misi berikutnya adalah pembangunan infrastruktur desa yang berkelanjutan. Program ini mencakup pemerataan pembangunan sarana dan prasarana fisik dengan mengutamakan kualitas serta menyesuaikan kemampuan anggaran desa.

Suhardin berharap, melalui visi dan misi tersebut, Desa Onepute dapat berkembang menjadi desa yang mandiri secara ekonomi, inovatif dalam pengelolaan potensi lokal, serta tetap menjaga nilai budaya sebagai identitas masyarakat.

“Pembangunan desa harus berpijak pada kekuatan lokal dan dilakukan secara bersama-sama demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujarnya.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less