Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengakar dan Mengabdi, Kisah ART yang Tak Lekang oleh Waktu

Mengakar dan Mengabdi, Kisah ART yang Tak Lekang oleh Waktu

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 9
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALU- Nama Abdurachman Thaha, atau yang akrab disapa ART, bukanlah sosok asing bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Lahir dari latar belakang sederhana sebagai “anak guru ngaji”, perjalanan hidupnya justru menempa karakter yang kuat, membumi, dan penuh empati terhadap sesama.

Karier politiknya sempat mengantarkan ART menjadi anggota DPD RI mewakili Sulawesi Tengah. Namun, kiprahnya tidak berhenti di panggung formal.

Kini, sebagai Sekretaris Jenderal Laskar Merah Putih, ia tetap aktif berkontribusi dalam berbagai dinamika sosial dan kebangsaan.

Di balik perannya yang strategis, ART dikenal sebagai pribadi yang memilih bekerja dalam senyap. Ia memiliki kebiasaan “berbagi dalam diam”—membantu masyarakat termarjinalkan tanpa sorotan berlebihan.

Bagi sebagian orang, inilah sisi paling otentik dari dirinya: kepedulian yang tulus tanpa pamrih.

Kedekatannya dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, juga menunjukkan tingkat kepercayaan yang tidak kecil. ART kerap dipercaya dalam urusan komunikasi dan lobi, sebuah peran yang membutuhkan kecakapan, jaringan, sekaligus integritas.

Meski memiliki tanggung jawab besar, ART tetap dikenal sebagai sosok yang ringan bergaul. Ia gemar melontarkan guyonan, mencairkan suasana tanpa sekat, dan mampu menjangkau berbagai kalangan—dari generasi muda hingga tokoh senior.

Dedikasinya sebagai putra daerah menjadikan aktivitasnya selalu berada dalam radar publik. Di berbagai kesempatan, ia hadir bukan hanya sebagai tokoh, tetapi sebagai representasi harapan akan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.

Dalam lanskap sosial dan politik Sulawesi Tengah, Abdurachman Thaha adalah potret pemimpin yang tidak hanya bekerja, tetapi juga mengakar—menghubungkan idealisme dengan realitas, serta kepedulian dengan aksi nyata.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less