Program Ketahanan Pangan di Morut Aneh. Warga Punya Mobil dapat Bantuan Uang Tunai dan Pupuk
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 19
- print Cetak

Ket foto: Penyerahan bantuan di desa Mora (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT – Program Ketahanan Pangan 20% yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 di Desa Mora, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara (Morut), menuai sorotan warga.
Seorang warga bernama Anton Pansonge diketahui menerima bantuan berupa uang tunai, obat/racun rumput, dan pupuk. Padahal, Anton disebut-sebut memiliki rumah permanen, mobil, serta alat pertanian seperti hand traktor.
Anton Pansonge tercatat sebagai warga Desa Korobonde. Namun, pada Oktober 2025 ia meminta surat pindah ke Desa Mora.
Kepala Desa Korobonde, Triyoni, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa secara administratif Anton telah pindah ke Desa Mora, namun secara domisili masih tinggal di Korobonde.
“Dia memang warga Korobonde dia pindah di Mora per 5 Oktober 2025. Secara administrasi dia pindah ke Mora. Tapi untuk domisili dia masih tidur di Korobonde. Karna di Korobonde memang rumahnya permanen, alat pertaniannya lengkap ada bajak, ada mobilnya ada motornya,” ujar Kades Korobonde, (19/2).
Berdasarkan dokumentasi yang diterima media ini, Anton Pansonge menerima bantuan uang tunai dan pupuk yang diserahkan oleh Kepala Dusun II Desa Mora, Dedi Timpaulu, bertempat di Kantor Desa Mora beberapa waktu lalu dari anggaran dana desa tahun 2026.
Kondisi ini menjadi sorotan warga Desa Mora lainnya. Mereka mempertanyakan standar dan kriteria penerima bantuan, mengingat Anton dinilai termasuk kategori ekonomi mapan dan belum lama menjadi warga desa dengan KTP Mora.
“Saya hanya heran kok tiba-tiba dapat bantuan, yang warga lain kesulitan tidak dapat. Apa standarnya,” ungkap salah satu warga.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dusun II Desa Mora, Dedi Timpaulu, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon. Sementara itu, Kepala Desa Mora juga belum dapat dihubungi karena nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar