Enam Bulan Hilang, Motor Korban Curanmor Kembali Setelah Perampok Brilink Diringkus
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- visibility 9
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Setelah enam bulan hidup dalam ketidakpastian, harapan Moh. Hasril bin Sudirman akhirnya terjawab. Sepeda motor trail miliknya yang raib digondol pencuri pada Rabu dini hari, 6 Agustus 2025, sekitar pukul 03.20 WITA, di kawasan Tompira, kini kembali ke tangannya pada Januari 2026.
Hasril sempat melaporkan kehilangan tersebut ke pihak kepolisian dua hari setelah kejadian, tepatnya pada 8 Agustus 2025. Namun waktu terus berjalan tanpa kepastian, hingga akhirnya titik terang muncul saat aparat kepolisian berhasil membongkar sindikat perampokan Brilink pada Senin, 22 Desember 2025.
Mengetahui salah satu pelaku pencurian motornya turut diamankan dalam pengungkapan tersebut, Hasril segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Upaya itu membuahkan hasil. Berkat pendalaman penyelidikan dan dukungan aparat, kendaraan yang sempat hilang selama setengah tahun akhirnya berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.
“Terima kasih ya kak, berkat media juga kendaraan itu bisa kembali, dibantu kepolisian,” ujar Taty Rabu (7/1).
Keterangan tambahan terkait dugaan keterlibatan pelaku sebelumnya disampaikan oleh pacar korban, Hartaty Abdullah alias Taty. Kepada media ini, Kamis, 25 Desember 2025, Taty mengungkapkan bahwa sebelum pencurian terjadi, dua pria yang diduga pelaku kerap terlihat mendatangi area kos di Warung Coto Maros, Tompira.
Saat itu, Taty masih bekerja sebagai karyawan warung dan tinggal di kamar kos lantai dua bangunan tersebut. Aktivitas mencurigakan dua pria tersebut baru terasa relevansinya setelah motor milik Hasril hilang.
Pada Senin, 22 Desember 2025, seluruh anggota komplotan akhirnya berhasil dibekuk aparat, termasuk pelaku yang ditangkap di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, komplotan tersebut diketahui berasal dari wilayah selatan.
Kasus ini menjadi bukti bahwa kesabaran korban, sinergi kepolisian, serta peran media dalam menyuarakan kejadian, mampu membuka jalan keadilan, meski harus menunggu waktu yang tidak singkat.
- Penulis: Redaksi Beritamorut






































Saat ini belum ada komentar