Pabrik Kelapa 1,6 Triliun di Morowali Ditargetkan Rampung Pertengahan Tahun 2026
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Rabu, 10 Des 2025
- visibility 42
- print Cetak

Ket: Illustrasi buah kelapa (IST)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Morowali — Pemerintah memastikan pembangunan pabrik pengolahan kelapa senilai Rp1,6 triliun di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2026. Proyek strategis yang didanai investor asal Cina ini menjadi bagian dari penguatan hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa nilai investasi proyek tersebut mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun. Pabrik kelapa ini diharapkan menjadi pusat pengolahan terpadu yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Morowali dan daerah sekitarnya.
Menurut Rosan, pabrik ini dirancang memiliki kapasitas besar dengan proyeksi menyerap hingga 500 juta butir kelapa per tahun, menjadikannya salah satu fasilitas pengolahan kelapa terbesar yang memanfaatkan hasil perkebunan rakyat.
“Insya Allah pada pertengahan tahun 2026 ini pabriknya akan selesai di daerah Morowali dan itu akan menyerap 500 juta butir kelapa setiap tahunnya,” ujar Rosan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Dengan target penyelesaian yang jelas, pemerintah berharap industri pengolahan kelapa di Morowali dapat segera memberikan kontribusi nyata bagi lapangan kerja, peningkatan pendapatan petani, serta penguatan rantai pasok hilirisasi nasional.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar