Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Serba Serbi » Opini: Sosok Muda Fauzan Mamala Bertarung di Dapil “Neraka”, Sang Ayah ke DPRD Sulteng

Opini: Sosok Muda Fauzan Mamala Bertarung di Dapil “Neraka”, Sang Ayah ke DPRD Sulteng

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Opini: Sosok Muda Fauzan Mamala Bertarung di Dapil “Neraka”, Sang Ayah ke DPRD Sulteng

Penulis: Om Hendly

Peta politik Morowali Utara tampaknya akan memasuki fase baru menjelang Pemilu 2029. Salah satu nama yang mulai mencuri perhatian adalah Muchlis Dg Mamala, atau yang akrab disapa Haji Mus, politisi senior Partai Golkar yang telah menuntaskan tiga periode berturut-turut sebagai anggota DPRD Morowali Utara. Dalam dunia politik lokal, pengalaman tiga periode bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi, ketahanan, dan kemampuan menjaga basis dukungan.

Kini, arah perjalanan politik Haji Mus seolah memasuki babak baru. Ia disebut-sebut tengah dipertimbangkan untuk naik kelas menuju DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari daerah pemilihan Morowali–Morowali Utara. Jika benar langkah ini diambil, banyak pihak menilai itu adalah keputusan strategis yang sangat masuk akal. Sebab, kursi Golkar untuk dapil tersebut diprediksi akan kosong setelah Zainal Abidin Ishak, politisi kawakan yang telah memegang jabatan selama tujuh periode, dikabarkan siap mengakhiri kiprah politiknya pada tahun 2029.

Kematangan Haji Mus dalam membaca situasi politik, rekam jejak konsolidasi, serta pengaruhnya di kalangan grassroot membuat namanya dianggap paling layak untuk menjadi penerus dominasi Golkar di tingkat provinsi. Figur yang tenang namun kuat di lapangan ini telah lama menjadi salah satu tokoh yang diperhitungkan, terutama dalam menjaga kestabilan suara partai di wilayahnya.

Namun dinamika politik tidak berhenti di situ. Selain nama Muchlis Dg Mamala, mulai berhembus pula wacana kemunculan generasi baru dari keluarga Mamala: sang putra, Fauzan Ari Nugraha atau yang lebih dikenal sebagai Fauzan Mamala. Meskipun Fauzan belum sekalipun menyatakan secara terbuka bahwa dirinya siap terjun ke dunia politik, isyarat ke arah sana mulai terlihat pelan namun pasti.

Beberapa tokoh partai bahkan terang-terangan menyebut bahwa mereka sedang membujuk Fauzan untuk maju di dapil III, atau dapil paling seru yang biasa disebut “Dapil Neraka” meliputi Kecamatan Lembo, Lemboraya, Mori Atas, dan Mori Utara. Dukungan ini tentu bukan tanpa alasan. Fauzan dikenal sebagai figur muda yang energik, dekat dengan komunitas lokal, serta memiliki jaringan sosial yang relatif kuat. Dalam era politik modern yang semakin menuntut mobilitas, citra fresh dan kemampuan berkomunikasi generasi milenial menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.

Jika skenario ini benar-benar terjadi, maka tahun 2029 akan menjadi momentum penting bagi keluarga Mamala: sang ayah naik menuju gelanggang provinsi, sementara sang putra mulai menjajal gelanggang pertama di kabupaten. Ini bukan sekadar regenerasi, melainkan penegasan bahwa dinamika politik lokal sedang bergerak menuju keseimbangan baru antara senioritas dan anak muda.

Satu hal yang pasti, politik adalah ruang kompetisi terbuka. Selama pemilih diberi kesempatan menentukan pilihan secara bebas, maka siapa pun, baik petahana berpengalaman maupun pendatang baru dengan energi segar, punya peluang yang sama untuk membuktikan diri.

Yang jelas, gelombang perubahan mulai tampak di garis horizon. Morowali Utara tampaknya tidak hanya sedang menunggu pemilu, namun juga sedang menunggu babak baru perjalanan kepemimpinan. Dan Muchlis Dg Mamala bersama putranya, suka atau tidak, sudah masuk dalam pusat percakapan itu.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less