Menjelang Pilkades Serentak, Bagaimana dengan Kades Tiu, Acil Helai?
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
- visibility 16
- print Cetak

Foto: Kades Tiu Acil Helai (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026, Bagaimana dengan Kades Tiu, Acil Helai, apakah ia akan maju kembali?
Ketika diwawancarai media ini pada Minggu pagi, 26 Oktober 2025, seusai ibadah pukul 06.00, Acil Helai dengan nada tenang memberikan sedikit gambaran tentang sikapnya menghadapi Pilkades mendatang.
“Nanti Desember baru saya akan kabari kalau menyangkut Pilkades. Nanti kita ba cerita,” ujarnya dengan senyum ramah.
Menurutnya, memimpin Desa Tiu bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan hati yang tulus dan penuh kesabaran.
“Memimpin desa Tiu harus dengan niat tulus, ikhlas, dan sabar. Walaupun saya dimaki-maki warga, saya terima dengan ikhlas. Membenahi dan membangun desa Tiu seperti mengobati yang terlanjur luka — harus pelan-pelan, sebab tidak semudah membalikkan telapak tangan,” tuturnya penuh makna.
Acil Helai juga menegaskan komitmennya terhadap pelestarian Danau Tiu, yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Ia mengungkapkan, ada dua perusahaan yang sempat menjadi perhatian karena limbahnya masuk ke kawasan danau. Namun, melalui dialog yang konstruktif, persoalan itu berhasil diatasi.
“Terhadap desa Tiu, saya komitmen menjaga Danau Tiu dari pencemaran. Ada dua perusahaan yang terkadang limbahnya masuk ke danau Tiu. Namun melalui dialog dan komitmen bersama, mereka sudah membangun tanggul,” tegasnya.
Sebagai pemimpin sekaligus pelayan di gereja, Acil Helai menyikapi berbagai isu dengan kepala dingin. Termasuk soal tudingan terkait anggaran dana CSR yang sempat berhembus di kalangan masyarakat.
“Kalau hal itu terbukti, saya akan mundur dengan sendirinya. Pemimpin harus siap diaudit, bukan hanya oleh manusia, tapi juga oleh Tuhan,” ujarnya bijak.
Menatap Pilkades 2026, Acil Helai tak menampik kemungkinan untuk kembali maju.
“Selama saya masih sehat, tentu kemungkinan terbesar akan kembali bertarung,” ungkapnya mantap.
Baginya, pengabdian kepada masyarakat Tiu bukan tentang seberapa lama ia menjabat, melainkan seberapa besar ia bisa meninggalkan jejak kebaikan.
“Jabatan bisa berganti, tapi niat tulus untuk membangun desa dan melayani warga — itu yang abadi,” tutupnya penuh makna.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar