Breaking News :
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Morut » Dugaan Penyelewengan Dana UMKM Tenun Ikat Khas Alor Seret Namanya, Kades Bimorjaya Memilih Bungkam

Dugaan Penyelewengan Dana UMKM Tenun Ikat Khas Alor Seret Namanya, Kades Bimorjaya Memilih Bungkam

  • account_circle Redaksi Beritamorut
  • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROWALI UTARA — Kepala Desa Bimorjaya, Absalom Auw, memilih bungkam ketika dikonfirmasi media terkait sejumlah dugaan korupsi yang menyeret namanya, termasuk dugaan penyelewengan dana UMKM tenun ikat khas Alor. Proyek pemberdayaan UMKM ini disebut-sebut tidak pernah terealisasi, meski anggaran telah disalurkan.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, dana yang seharusnya digunakan untuk mengembangkan usaha tenun ikat khas Alor bagi kelompok UMKM di Bimorjaya, justru tidak tampak wujudnya. Warga mengaku tidak pernah melihat adanya kegiatan pelatihan, pembelian peralatan, maupun produksi kain tenun seperti yang direncanakan.

Saat ditemui dalam aksi demo masyarakat Adat di Polres Morut, Selasa (5/8), jurnalis mencoba meminta klarifikasi langsung kepada Kades Absalom Auw terkait tudingan tersebut. Namun, yang bersangkutan memilih diam.

Sebelumnya, Rabu (30/7), Kejaksaan Negeri (Kejari) Morowali Utara telah memanggil dan memeriksa Absalom Auw bersama bendahara desa dan bendahara komite terkait laporan dugaan korupsi dana desa serta dana CSR perusahaan di Morut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Morut, Muh. Faizal Al Fitrah, SH, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

“Iya benar, kepala desa, bendahara desa dan komite dipanggil kejaksaan. Nanti jam 1 siang jadwal pemeriksaannya,” ujar Faizal.

Selain dana desa dan CSR, kasus dugaan fiktifnya UMKM tenun ikat khas Alor ini menjadi sorotan publik karena dianggap mencoreng program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejumlah warganet di media sosial bahkan mengunggah dugaan aliran dana CSR yang menyeret nama anak Kades Bimorjaya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kejari Morut masih melakukan pendalaman terkait seluruh aliran dana tersebut, sementara Kades Bimorjaya yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp hanya membaca dan belum memberikan pernyataan resmi.

  • Penulis: Redaksi Beritamorut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less