Aktivitas Penyedotan Pasir Diduga Penyebab Kemiringan Jembatan Tiu
- account_circle Redaksi Beritamorut
- calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
- visibility 17
- print Cetak

Foto: Aktivitas Penyedotan Pasir di jembatan Tiu (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MORUT- Aktivitas penyedotan pasir di jembatan Tiu yang jadi akses ke desa Togo Mulya kecamatan Petasia Barat diduga menyebabkan kemiringan jembatan.
“Aktivitas penyedotan pasir ini tidak memiliki izin dan menyebabkan kemiringan jembatan,” ujar warga, Selasa 14 Januari 2025.
Diketahui ada 2 penyedotan pasir yang beraktivitas di wilayah jembatan Tiu. Milik Haji Asri yang selama ini jalan dan melayani kebutuhan material pasir warga.
Saat dikonfirmasi media ini Haji Asri mengatakan bahwa kemiringan jembatan itu pada tiang tambahan di jembatan.
“Aktivitas terakhir bulan 9 lalu, tiang yang di ujung sana itu ada penangkisnya kami pasangkan, dalam bestek tidak ada lalu itu. Kami pasangkan itu supaya penangkis kayu dari atas, kalau miring betul tapi tidak ada dalam bestek.
Cuma karna ta lebih tiang, saya pasangkan tidak ada dalam bestek itu. Saya yang kasih keluar kayu waktu banjir besar lalu itu, ada warga saksikan kepala sekolah Togo.
Memang tidak bisa dikeluarkan izin, karna urusan pertambangan sekarang izinnya di pusat. Diurus lalu sama pak Samsu tapi tidak keluar izinnya. Kami ini cuma lokal saja kalau ada kebutuhan di Kolonodale misalkan bangun kos. Tidak pernah kita jual di pabrik itu,”ujar Haji Asri
Penjualan pasir itu biasa 400 ribu per ret yang ditawarkan oleh penyedotan pasir ke warga yang membutuhkan.
- Penulis: Redaksi Beritamorut
























































Saat ini belum ada komentar